Header Ads

Puisi-Puisi Ebi Langkung: Kompas, Sabtu 11 Mei 2019

Sumber gambar: g/ www.pexels.com

TUNGKU HUTAN

lubang api lubang sepi
api menjilat yang tinggi
sepi mengusap yang sirna kembali

bara menyala batin kembara
sila dan tapa duduk meliuk
memandang ke dalam
melihat yang luruh debu berguguran

dari pohon sunyi
dada burung tersesat
mencari tenang sedang ranting dan
daun hijau mulai mengasap

2019

KEMBANG DINGIN

kembang dingin di lantai hening
langit malam merendah
ke makam-makam

udara berembun
melepas biji-biji rindu
di atas batu

kepada ingatan yang dibaringkan
miring bersidekap mencium tanah
dalam pasrah kegelapan

adakah yang jatuh memekar putihmu
putih sepi dari doaku di atas nisan
memelukmu dalam ketiadaan

2019

MAHABBAH ADAWIYAH

Di pucuk hening kumbang buta
Menari dalam cinta

Tiada aku selain Kau
Menyatu dalam kalbu sunyi

Tiada desir selain rindu Kau
Angin berhenti di kening batu

Aku hangat dalam Kau
Seisi langit dan bumi menyala bertasbih

Di pusar sesal akulah tangis
Selendang yang jatuh terbentang

Dalam pangkuanMu
Hanyalah matiku

2019

SAHUR

bangun dari tidur
melepas kantuk ke dapur
tarhim dan tanda waktu
menyerap di atas meja sajian

makanlah, bekal harimu
menahan bimbang dan lapar
sebab lantun perut kerap menggoda sabar

sampai subuh kembali
membuka terang
kita pun mulai tualang
dengan kenyang terpahamkan

2019

Ebi Langkung, lahir pada 13 juli 1991, Pasongsongan, Sumenep, Madura. Bergiat di komunitas Tikar Merah Surabaya dan Komunitas Lubuk Laut Madura. Sebagian puisi-puisinya dimuat Indopos, Majalah Suluk, dan termaktub dalam Antologi Bersama yang berjudul “Ngaji Laut Ngaji Kembang Seteguk Air Sungai Pagi”, juga termuat dalam Antologi Puisi Halte Sastra 2015 (DKS) Dewan Kesenian Surabaya dan Antologi Penyair Muda Madura “Ketam Ladam Rumah Ingatan” 2016 LSS komunitas Reboung. Mendapat undangan Temu Penyair Nusantara 2016 dalam Pekan Kebudayaan Aceh Barat. Email: ebilangkung@gmail.com

No comments

Powered by Blogger.