Header Ads

Puisi-Puisi Hendri Krisdiyanto: Koran Kabar Madura, 22 Februari 2019

Sumber gambar: g/instmobile.com
SUATU MALAM DI DESA

saat gelap menguasai warna malam
aku duduk di teras rumah
kutatap setiap sesuatu yang mampu
kutangkap dalam pandang

di kaca jendela gerimis mengembun
dari sisa hujan yang turun

tak ada musim gugur
di bulan mei yang subur

pohon tempat
persinggahan burung-burung
daunnya menjuntai dan angin
semakin kencang berderai.

Mei, 2018

BAYANG-BAYANG

aku bentuk yang memiliki
batas antara cahaya dan diriku sendiri

aku diciptakan dari setiap benda
yang menampung setiap cahaya
matahari, lampu, bulan, bintang
dan sebagainya yang terang

ada orang yang berlindung di tubuhku
dan penyair membawaku ke alamnya yang syahdu

aku takut kegelapan
disanalah hayatku berakhir
dari catatan takdir

suatu saat pada musim hujan
aku bersedih menyendiri
sementara aku tak mampu melebur
di dalam rintiknya yang deras

aku bayang-bayang
hidup dari kenyataan yang terang
mati di dalam malam yang kelam.

Oktober, 2018

MENGELABUI JARAK

kusaksikan engkau dari rentang jarak tak tersentuh
sesekali tersenyum dengan angka-angka
yang menghitung jumlahnya sendiri

kita hanya terpisah oleh layar telepon
dan waktu telah menyatukannya
dengan jalannya sendiri
tak terikat oleh jarak yang fana itu

sesekali mata kita mempertemukan tatapan
yang berakhir dengan senyum rekah di bibirmu atau bibirku
kau belajar tekun, aku memandangnya kagum.

Oktober, 2018

PADA WARNA MALAM

yang tampak dari malam
adalah gelapnya

yang ramai dibicarakan
adalah sepi sunyinya

warna malam adalah
kesaksian pahit sepasang kekasih
yang gagal menikmati purnama

tak ada yang tahu dan paham usia waktu
dari jogja yang jauh rindu menggebu
kepadamu di dasar hati yang sendu.

November, 2018
Gambar: g/ arsippenyairmadura.com
Hendri Krisdiyanto lahir 17 November 1997 di Sumenep, Madura. Alumni Annuqayah daerah Lubangsa. Karyanya pernah dimuat di: Minggu Pagi, Kabar Madura, Koran  Dinamikanews, Nusantaranews,  Radar Cirebon, Radar Banyuwangi, Buletin Jejak, Tuban Jogja, Flores Sastra, Apajake.id, Buletin kompak, Jejak publisher, Majalah Simalaba. Antologi bersamanya :Suatu Hari Mereka Membunuh Musim (Persi, 2016), Kelulus (Persi, 2017), The First Drop Of Rain, (Banjarbaru, 2017) dan Suluk Santri, 100 Penyair Islam Nusantara (Hari Santri Nasional, Yogyakarta, 2018) Sekarang aktif di Garawiksa Institute, Yogyakarta.

No comments

Powered by Blogger.