Tuesday, 17 December 2019

Puisi Sugik Muhammad Sahar di Koran Tempo, Sabtu 14 Desember 2019

0

Sumber: Sarasvati. Karya: I Ketut Tenang, "Five Women", 120x140 cm, acrylic on canvas, 2010.


PEREMPUAN BERSOLEK MAYANG #2

Ia mencatatkan nama perempuan itu pada daun
Seperti percintaan hanya sebentar menjelma rimbun
Kelak jika ranggas mulai turun
Maka tanah akan menerima dengan tabah
Untuk mengemaskannya menjadi kisah

Daun dan tanah adalah waktu
Ada yang menunggu ada yang mengurai rindu
Selebihnya akan tertakar menuju abu

Ia rela bertukar tempat dengan senja
Tanpa bertanya seberapa lama ia mengasuhnya
Sebelum kemarau mengucap dahaga
Dan maut memulangkan duka

Perempuan bersolek mayang
Cuaca susup memecah percintaan
Ikrar daun dan tanah takluk kemudian
Ia pun tunduk tak habis dikenang
Sejenak merahasiakannya dalam angan

Pamekasan 2019



Sugik Muhammad Sahar, lahir di Pamekasan. Alumnus Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Madura. Selain menulis puisi ia mengajar di pondok pesantren serta aktif di “Sivitas Kotheka” Pamekasan.


Author Image
Aboutarsippenyairmadura.com

Soratemplates is a blogger resources site is a provider of high quality blogger template with premium looking layout and robust design

No comments:

Post a comment