Wednesday, 11 December 2019

Puisi Rara Zarary di Koran Madura pada Tanggal 21 Februari 2014

0

Sumber: lukisanku.id-Gunawan Bagea
Tarian Senja
Kupuisikan namamu, An

An,
Selama rinduku memburu waktu
Nafasku sesak tak tenang
Sudah kubanting pecahan mangkok
Tempat makan terakhir kita dari ketinggian Himalaya
Namun angin tak membawa
Ia beku
Gigil menyatukan pecahan menjadi permata tak berbentuk
Tapi indah, seperti cahaya dari kedipan matamu

An,
Mata senja meneteskan kristal
Kisah lalu menjadi bias debur debu

Sudah tersapu yang namanya duka
Sekarang giliran kita menari
Bernyanyi riang
Dari sudut matahari sore yang tenggelam
Kita saksikan bersama ramainya penyair melukis senja
Di halaman pantai yang biru
Lalu kita berlari-lari
Kita bernyanyi, menari lagi

An,
Ingat kita punya cerita
Tenggelamnya kapal mimpi enam tahun lalu
Kembalinya matahari tanggal 20 juni 2013 kemaren
Dan datangnya ombak rindu selesai itu

An,
Kapal-kapal imajinasiku itu berlayar jauh
Sadarlah
Kita sudah sampai di loteng puisi
Tepat di bibir senja
Sejengkal kita menyaksikan lepasnya jingga dari langit
Lalu petang
Tanpa rembulan
Kita hilang
Lalu datang
Selamat pagi, An,...
Sudah seharian kita bernyanyi menari
Hingga senja berpulang

Cintaku tak kunjung padam, An
Kau terlalu indah untuk sekadar dipuisikan

Rara Zarary: Nama pena dari Munawara, lahir di Desa Lenteng Barat, Sumenep. Kini tercatat sebagai mahasiswa Ilmu Komunikasi Unitri Malang
Author Image
Aboutarsippenyairmadura.com

Soratemplates is a blogger resources site is a provider of high quality blogger template with premium looking layout and robust design

No comments:

Post a comment