Sunday, 29 September 2019

Puisi-Puisi Muhammad Tauhed Supratman di Radar Madura, 26 September 2019

0

Sumber: g/liputan6.com/citizen6


DONGENG SELANGKANGAN

inilah negeri paling unik
di kolong jagat
ketika bapak-bapak yang terhormat
memprogramkan selangkangan
perlu dilindungi

inilah negeri paling unik
di kolong jagat
mereka yang punya selangkangan
protes bukan milik negeri

inilah negeri paling unik
di kolong jagat
selangkangan
yang penuh makna dan arti
jadi penghias koran dan televisi

Pamekasan, 21 September 2019



NYANYIAN SELANGKANGAN

telah kujelajah penjuru mata angin, kekasihku
tak kutemukan selangkan di rumah-rumah suci
padahal di tv-tv dan koran ditegaskan
untuk perlindungan dan menjaga marwah selangkangan

selangkangan perlu diselamatkan, kekasihku
diundangkan dinegeri ini
tapi telah didramatisirdan disulap
menjadi selangkangan bermandi asap
tangisnya tak lagi airmata. ia darah
mata tuanya menyimpan api. nyala api tak pernah
membakar siapa-siapa, kekasihku

selangkangan di penjuru mata angin
diamnya tak simpan senyum dan tawamu
hingga kutulis sajak
ini bukan surga, tapi neraka, saudaraku

Pamekasan, 23 September 2019




Muhammad Tauhed Supratman, lahir di Pamekasan, 27 Nopember l970. Alumnus Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Univesitas Madura, Pamekasan ini menulis puisi,  menggunakan bahasa Indonesia dan  bahasa Madura. Karya-karyanya dipublikasikan di: Jawa Pos, Karya Darma, Mimbar Pembangunan Agama, Mingguan Guru, Aula, Radar Madura, Surya, Surabaya Post, Kidung,  Bende (Surabaya), Simponi, Inti Jaya, Kompas (Jakarta), Suara Muhammadiyah (Yogjakarta), Sahabat Pena (Bandung), dan sebagainga. Alumni Lembaga Jurnalistik Mandiri Jakarta 1993, Spesialisasi ilmu Kewartawanan. S2 diselesaikan tahun 2010 di Universitas Islam Malang. Kumpulan sajaknya bersama penyair lain: “Puisi Rakyat Merdeka” (Grasindo dan Ranesi, 2003), “Duka Aceh Duka Bersama” (Logung Pustaka dan Dewan Kesenian Jawa Timur, Februari  2005), “Dari Are’ Lancor Ke Hati Rencong” (Pustaka Indecs, Pamekasan, Maret 2005), “Malsasa 2005”. (Surabaya: Alfa Media dan Forum Sastra Bersama, Desember 2005), “Nemor Kara” (Antologi Puisi Modern Berbahasa Madura, Departemen Pendidikan Nasional, Balai Bahasa Surabaya: Oktober 2006), “Pamekasan di Mata Penyair”(Dewan Kesenian Pamekasan, Pamekasan: Januari 2007), “Surabaya 714”  (Surabaya: Forum Sastra Bersama Surabaya dan Taman Budaya Jawa Timur, Juli 2007). “Wanita Yang Membawa Kupu-Kupu” (Komite Sastra Dewan Kesenian Sumenep dan Sanggar Lentera STKIP Sumenep, 2009), “Malsabaru 2011” (Malam Sastra Bagi Guru), 2011 (Surabaya: Forum Sastra Bersama Surabaya, UPT Pendidikan dan Kesenian Dinas Pendidikan Provensi Jawa Timur). Pada 4-5 Juni 2003 mengikuti Gladi Seni Pertunj Ketua Prodi dan staf  pengajar di almamaternya itu rajin mengkoleksi sastra lisan (Pantun Madura) sebagai koleksi di perpustakaan pribadinya. Kini tinggal di Jl. Jembatan Serang 3, Tanjung, Pademawu, Pamekasan, Madura, 69381.  E-mail: tauhed27@yahoo.co.id.


Author Image
Aboutarsippenyairmadura.com

Soratemplates is a blogger resources site is a provider of high quality blogger template with premium looking layout and robust design

No comments:

Post a comment