Header Ads

Puisi-Puisi Aqin Jejen di Radar Surabaya, 01 April 2018



Lukisan karya Umberto Boccioni. Diambil dari Abstract Painting.
MENGAJI KEPADA ARTI MANUSIA

ada yang terlupakan dari manusia
ada yang tertinggal dari Adam dan Hawa
dari manakah asal segala cahaya terjadi

bumi dan langit tercipta
matahari dan bulan tercipta
jin dan hewan tercipta
gunung dan sungai tercipta

kita terpantul dari sebuah lubang cahaya
dari manusia yang paling sempurnah.

saat wahyu-wahyu menuntun
adakah yang dibaca dari kalam
mengenali dari mana kita mula-mula?

Yogyakarta, 2018


MEMBACA ALAM, DARI ISYARAT MATA KEKASIH

pernah jibril turun di gua hira’
membawa kabar penciptaan

kumencari sisi lain,
engkau gembira dipelukan
dalam selimut yang basah
dekapan yang tak bisa aku baca
namun terasa hangat menyengat

iqra’, aku membaca isyarat dari matamu
matamu telanjang tampak tak berdosa
dari sezarah kelak ditimbang di alam mahsyar

iqra’, aku membaca dari ketidaktahuan
alfa-beta kehidupan yang fana
Sulaiman bicara dengan hewan;
Yunus dimengerti ikat Paus
Ibrahim mengenal api

adakah yang mustahil aku baca dari matamu?

Yogyakarta, 2018


DARI LUBANG KESUNYIAN

serasa beda dari yang senyap
kurasakan nafasmu semakin ringan
bagai detak kematian
“Allah, Allah, Allah”

selagi mabuk meneguk aggur
kita sadar kesunyian tak pernah ada

desing suara kenalpot;
orasi politik;
celoteh para pengamen;
menyelinap ke dalam dadaku
ada ruang yang kosong ditempati

begitulah diriku selalu sombong.

Yogyakarta, 2018


KEHINAAN YANG TERLUPAKAN

setelah tenggelam pada kotoran yang nyenyak
bauh alkohol dan bir menusuk-nusuk
aku mengerti, manusia seperti tetes mani yang menjijikkan
apa yang mesti dibanggakan?

gemercik air mengalir di wajahmu bersama wudzu’
malaikat-malaikat bergelantungan
membaca puji-pujian dan rahmat
sedang kita selalu bercumbu
di atas bongkahan daging yang menggiurkan syahwat

Yogyakarta, 2018

Aqin Jejen, bernama asli Jamalul Muttaqin, lahir di Grujugan Gapura Sumenep. Alumnus Madrasah Ibtida‘iyah (MI), Tsanawiyah (MTs Mathla‘ul-Amein, Grujugan.Gemar. Karyanya terbit di media: Radar Madura (Jawa Pos Group), Buletin Jejak (Bekasi, Jawa Barat 2012-2013), Majalah Sastra Horison (Kaki Langit), Media Indonesia, Radar Surabaya, Radar Mojokerto, Denposbali, Harakatuna.co, Alif.co, NusantaraNews.co, MalangVoice, Bangkit Media. Antologi yang telah terbit bersama komunitasnya, di antaranya: Kembala Air Mata (Persi 2010-2011), Wasiat Darah (Persi 2012-2013), Kado Rindu dalam Jejak (Persi 2013-2014), Semusim Cinta yang Gugur (Ikstida 2013-2014), terantologi bersama Penyair Kopi Dunia bekerja sama dengan The Gayo Institut (TGI), Aceh Culture Centre (ACC), dan Ruang Sastra (RS), serta terpilih sebagai 10 Kontributor Puisi terbaik Gebyar Bulan Bahasa 2016 tingkat Mahasiswa Se-Jawa Timur, IKIP PGRI Bojonegoro, Terantologi dalam Lomba Cipta Puisi Nasional 2016 bertema “Sail Puisi Cimanuk,” Hari Puisi Indonesia, Jawa Barat, dan masuk 10 besar Lomba Essay Nasional IPNU. Jatim, Nurul Jadid Paiton Probolinggo. Juara III Karya Tulis Ilmiah Se-Maduara oleh PC. PMII Sampang, Juara II Lomba menulis Cerpen Writing Festival, SM’s Day se-MaduraUniversitas Trunojoyo Madura (UTM) Bangkalan 2017. Saat ini aktif mengajar di Pondok Pesantren Ali Maksum, Krapyak, Yogyakarta. Email: jejenaqin@gmail.com

Powered by Blogger.