Header Ads

Puisi-Puisi Syaf Anton WR dalam "Bingkai", Kumpulan Sajak 1979-1991.


Perancang sampul: Syaiful Hadjar.

DERMAGA

laut menggelitik-gelitik mempelai
dalam kabut
perahu-perahu sarat dengan ombak
dan aku tegak
mencari bayang-bayangku sendiri
(tak ada kata-kata bertanda di wajahmu)

laut, ombak dan aku
menujum matahari yang gemerlap
mata kapal berapi-api dan dayungnya
laksana perwira perkasa

laut, ombak dan aku
membawa kemenangan di geladak
di ujung pagi ada kau
berkibar tak bertanya.

1982


KEPADA MADURA 1

aku akan tetap bertanya
tentang kemurahan wajah-wajah
yang tenggelam di tanah ini. Lanjut langkahku
menyusuri debu kapur dengan genggam celurit tajam
di tangan
terhunus
dari setiap tatap dan tangis warga

tanahmu adalah darah dan keringat rakyat
yang belum mongering. Walau panasmu
telah menggusur lalat-lalat dan bangkai-bangkai dusta

setiap kali kuayun
tajam jiwaku memecah laga
setiap kali kuayun
dosa-dosa bersimbah darah

madura
lalu apa yang akan kau perbuat untukku?

1980


PROLOG

1
dekat muara ada pohon tumbang
di samping batu karang; diam tak bertanya
seekor ikan berkelebat mencari asalnya

2
di antara pohon siwalan
kunyalakan tungku impian
berpandang laut, bersibak dan seakan
melahap sukmaku

3
siapa yang datang melintas digantung malam
ketika aku asik merajut harga diri?
siapa yang datang dengan tubuh telanjang
membakar malam dan percakpan bulan?
biarkan langit nyenyak
biarkan aku lelah

4
senantiasa burung-burung berlompatan
di dahan kenangan, menguntit usiaku
“aku di dekatmu, manis”, katamu
tiba-tiba wajahku pucat
burung-burung yang lain telah mengerubungiku

5
pagi telah datang
mari kita jenguk.

1980

Syaf Anton WR, lahir dengan nama Syaiful Anwar di Sumenep-Madura, 13 Juni 1956. Awal keterlibatannya dalam dunia sastra dimulai pada 1973 melalui pendidikan otodidak. Pendidikan formal MAAIN. Selain menulis puisi, sesekali juga menulis cerpen, novellet, novel, esai, artikel serta featurs dan dimuat di berbagai koran dan majalah, antara lain: Jawa Pos, Surabaya Post, Karya Darma, Bhirawa, Memo, Eksponen, MM, Terbit, Jum’at, Sinar Pagi, Berita Yudha, MPA, Fakta, Media, Pelita, Topik, dll. Sering mengikuti forum sastra, diantaranya, Jambore Puisi 83, Dialog Sastra Islam, Forum Puisi Inonesia 87 di Taman Ismail Marzuki (TIM), Temu Penyair se-Madura, Festival Puisi Jawa Timur, baca puisi di DKS dan MBS, dll. Pernah menjadi Ketua Organisasi Seni “Sanggar Kembara” di Sumenep. Perhatian pengamat terhadap karya puisinya, terkumpul dalam buku “Melawan Kucuran Keringat” oleh Prof. Dr. Suripan Sadi Hutomo (1992).
Powered by Blogger.