Header Ads

Puisi-Puisi Muslih Marju di Media Indonesia, Minggu 28 September 2014

Lukisan, Affandi (1907-1990)
Aku Melihat Indonesia

Aku melihat Indonesia
orang miskinnya jalan-jalan ke Eropa
kaki kanan menghujam daratan Barcelona
kaki kiri mengayun di dataran Skandinavia

Aku melihat Indonesia
kumpulan fakir berkain ihram
dalam tugas suci sekali dalam hidup
dengan antrean sepanjang tangan

Aku melihat Indonesia
bayi lahir tertawa
anak-anak meloncat dengan gigi

Aku melihat Indonesia
ribuan sel membusuk
tak jadi soal esok
semua telah tersucikan
dari najisnya rupiah

Aku melihat Indonesia
berkerut kening tafakur alam tulisan
berderet hari tanpa hitungan
sudah tak memikir
esok makan apa

Aku melihat Indonesia
lapar hanya nyanyian puasa
apalagi busung lapar hanya dongeng
yang tak pantas didongengkan
Aku melihat Indonesia

Merah Putih berkibar lantang
di antara bendera biru

Aku melihat Indonesia
wanita bermata biru
mimpi dengan bahasa Indonesia
wanita berambut emas
makan pagi, pecel
di tengah salju berdemonstrasi

Aku melihat Indonesia
hijau menghijau
biru membiru
merah memerah
putih memutih

Aku melihat Indonesia
tersenyum manis

Surabaya, Mei 2014


Kehidupan Durian

Sekumpulan durian terjajakan
ada yang terbelah kulitnya
tapi banyak yang utuh

Ribuan pembeli
menerkam dengan mata
menjamah dengan jari-jari
mencicipi dengan lidah
durian terbelah

Ribuan pembeli
segan menatap duri yang menusuk mata
jari-jari ketakutan hancur
lidah tak mengharap kumpulan duri
durian berkah

Durian terbelah
begitu hati ingin memegangnya
debaran jiwa yang hangat, dan menggelora
membangunkan hasrat mencicipinya
apakah sudi membelinya?
betapa rugi

Durian berkah
terbeli dengan sah
isi aman dari serbuan tanah
lezat mengusai lidah

2014

Muslih Marju, penulis muda, lahir di Bangkalan, 15 Januari 1988. Saat ini, ia masih belajar di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Karya-karyanya sesekali muncul di media massa.
Powered by Blogger.