Header Ads

Puisi Ridhafi Ashah Atalka - Minggu Pagi, 5 April 2015


Kwatrin Tentang Kesetiaan        

Kesetiaan adalah daun yang dipermainkan angin
Di mana ulat-ulat bermetamorfosis
Dan embun tertampung di pangkuannya dengan manis
Sementara kita tak pernah bertanya kenapa ia gugur

Kesetiaan adlaah alngit yang senantiasa jadi atap
Adalah gunung-gunung yang terpacak
Juga bebintang yang berkelip-kelip
Dan kita tak pernah bertanya kenapa suatu saat semua itu akan meledak

Kesetiaan adlaah batu-batu karang
Di mana ikan-ikan berlindung di rerungkang
Dan lumut-lumut tumbuh hijau melambai dengan tenang
Dan kita tak pernah bertanya kenapa lama-lama pasir membuatnya

2015


Dalam Cangkirku


Dalam cangkirku tertampung sebuah dunia
Dunia yang belum terjelma
Tuhan menciptanya  dari pecahan kaca
tanpa kata-kata
-Selain cinta

Dalam cangkirku hari-hari membeku
Tak ada ruang tak ada wkatu
Tak ada dingin dan tawar

Sebab semuanya bermula dari engkau
Hingga segalanya adalah engkau

Dalam cangkirku kulihat padang-padang hijau
terhampar
Tempat domba-domba digembalakan

Dalam cangkirku terbentang sebuah pantai
Tempat ikan-ikan berenang dan p0erahu-perahu
ditambatkan

Maka wahai pemabuk berlayarlah di atasnya ikuti l
angkah Khidir dan Isa
Atau ambillah tongkatmu ikuti isyarat Musa
Jangan biarkan aku menunggu
dengan mengemban rindu dan cinta

 

Menjelang Petang


Bianglala menjelang petang
Menemaniku pulang kembali pada engkau
Sementara kelelawar-kelelawar berterbangan
Gaduh lalu hilang ditelan kegelapan
Dan kembali terbang menyongsong cahaya bulan

Bianglala di tepi petang
Melengkung seperti sebuah jalan titian yang panjang
Di mana aku merangkak tertatih dan terjungkal
Menuju kampung halaman

 

Aku Rindu


Aku rindu suaramu
Suara yang dulu membangunkanku dari igauan
masa lalu
Juga suara yang mampu meretakkan batu-batu
karang
Batu yang terhampar di dasar pulau jantungku ini

Aku rindu wajahmu
Wajah yang melekat pada lembaran kitab-kitab suci
Juga wajah yang kutemukan mengalir di sungai
para kekasih
Duhai kekasih di mana engkau

Aku mencari jauh ke dalam diri
Melewati darah dan urat-urat nadi
Mencari inti teka-teki semesta ini
Diri sendiri -diri-Mu

 

Aku inginkan


Aku inginkan kebebasan
Tapi cinta sellau emnekan

Sebab cinta selalu datang dengan cemburu dan
kehawatiran-kehawatiran
Dan itulah soalnya mengapa Adam jatuh dan
menepuk-nepuk tanah dadanya
Dan mengapa pula kita dilahirkan drai kenyataan
dengan emngemban kutukan

Aku inginkan kebebasan
Tapi cinta memang jalang

Memaksaku untuk terbuang dan selalu merasa
sendirian bila kau menghilang
Lantaran itu aku selalu menyibukkan diri dengan
puisi
Masuk keruh bahasa menggali makna dari huruf-
hurufnya mencari namamu

Aku inginkan kebebasan
Tapi cinta selalu mengikatku dengan rantai

Dan menyuruhku untuk diam di balik hati yang
remuk redam



Powered by Blogger.