Header Ads

Puisi-Puisi Andy Moe di Koran Madura 27 Desember 2013




TAS, TAS, TAS

Bunyi hujan di atas
Genting kaca

semakin kau pandang
semakin ia cepat
semakin dekat
menuju matamu.

sebelum melihatnya rantas
pecah semu
tak ada sedikitpun kesiapan
untukmu menjaga debar
dada
melihat jatuhnya.

tas, tas, tas
bunyi hujan di atas
genting kaca

: satu-satunya tanda
bahwa ada yang tak bisa
ditembus mudah
melainkan cahaya.

setelah kesepakatan antara
hujan, udara, serta ketakutan
yang mulai reda

(desember, 2013)

HUJAN INI LEGIT

mungkin ada caramel
yang tuhan titipkan
pada tiap bulirnya

lapir-melapis
kita dampit
di bawah langit

hujan ini legit

(desember, 2013)

HUJAN TELAH MENJADI POHON

hunan telah menjadi
pohon. menggantikan semua
yang ruah tumpah
sebagai kesedihan tanah

ia yang kau semai
kau siangi
telah berbiak. berbuah
semakin rimbun. semakin pikun
hujan telah menjai
pohon.

menjadi hujan.
menjadi pohon.

(desember, 2013)

HUJAN YANG TERBAKAR

aku pernah melihatnya
mondar-mandir
di depan rumah
juga angka-angka kalender.

ia turun
lalu murup.
membesar. berkobar

matikan pohon, sungai
juga harapan.

kali ini dadaku yang ingin
ia gosongkan dengan
sebenar-benar
api
sekilat-kilat aku
lari dan sembunyi
diri.

(desember, 2013)

SEBENTAR LAGI AKU PUNYA HUJAN

setelah matahari
selesai aku kuburkan
di tanah belakang rumah.

tak perlu juga
aku kenali isyarat mendung.
sebab, mata telah
bertemu pada yang seharusnya
disinggahi bayu.

sebentar lagi aku
punya hujan dari butir pasir
yang kau abaikan dari daun
yang kau kecewakan.

sebentar lagi aku
punya hujan

punya tuhan.

(desember, 2013)

Andy Moe: lahir di Bangkalan. Kini bergiat di Komunitas Bingkai Seni (Bis Kota) dan Rumah Tulis: Kita, Bangkalan.
Powered by Blogger.