Header Ads

Puisi-Puisi Alfian Fawzi dalam Kumpulan Puisi "Perjalanan Seratus Tahun".




Peristiwa di Selatan

Aku di batu karang
sedang ingin menerjemahkan
laut yang gelombang ke langit,
seperti maut terasa sejengkal.

engkau membaca angin,
tapi hurufnya khayalan
cuma dingin, terasa asin
pada hati seorang nelayan.

Kalau ikan adalah doa
sempurna malam itu.
Aku di dalamnya
sedang bertanya:
siapakah aku?

kekalutan
di batu karang;
aku berdoa
memancing gurita.

3 April


Winter Breeze

Airmata jatuh ke kolam kenangan
ada kunang-kunang di sana mendengarkanku,
“pada bintang manakah kita berharap kekal?”
angin bergelombang, air berkelindan beku,
Engkau mengacuhkan malam.

bulan di kolam menjatuhkan doa
dahan-dahan cemara bertanya padaku,
“beku rasanya di sini, bagaimana?”
tapi engkau menjawab dengan bola salju
dan airmata yang menetes jadi batu es selamanya.

bintang menganugerahkan cintanya
pada airmata doa, wajah pasi bulan purnama,
dan meski aku tahu: bukan tak ada kata-kata
yang bisa buat kolam terlihat berkilauan
—karena itu gelombang aurora.

7 April


Perjalanan Seratus Tahun

Ada pemandangan di perjalanan
asap tembakau yang terlalu awal terbakar
angin amis dari lautan, berlayar nelayan
ke Madura, Madura tanah asalnya terhampar
suara sapi melenguh dan tari dedaunan kelapa
gembala yang tak pernah jenuh bernyanyi
irama bianglala di langit madu bercanda
jadi biarkanlah mengendap sepi dan sunyi

bertutur orang tua pada anaknya, nyaris
karena di permainan kelereng ada yang menangis
mereka akan berkumpul melingkari api unggun
memenuhi panggilan, berjalan di pematang
kenanglah selangkah kecil, jarak kita merenung

airmata yang manis—senyuman tipis mesra
kembali kemari, Madura tanah asalnya
hanya ucapkan: isinya kata-kata kerinduan
deru sesak di dalam dada diperdengarkan
kemarau sudah datang, layangan terbang kini
terbang bebas menuju ke inti matahari.

24 Mei

Alfian Fawzi, lahir di Pamekasan, 5 Januari 1997. Ia mulai menulis puisi sejak MTs di PP. Al-Amien Prenduan, Sumenep. Dua kali meraih juara pertama lomba penulisan naskah buku pengayaan kategori buku puisi SMA yang diselenggarakan oleh Kemdikbud (2013 & 2012). Buku ini merupakan manuskrip pemenang sayembara Siwa Nataraja 2015 yang ditambah beberapa puisi lain. Bergabung di Sanggar Sastra Al-Amien (SSA). Ia juga mengelola Balai Opini—blog pribadinya. Pernah menjadi pimred buletin Destinasi. Kini nyantri di PP. Al-Munawwir Krapyak dan terdaftar sebagai mahasiswa Fakultas Filsafat UGM. Surel: fauzurrahman15@gmail.com
Powered by Blogger.