Header Ads

Puisi-Puisi Rins Diyan di Radar Madura 18 May 2015



Kisah Basah tentang Hujan

Kali ini hujan tak main-main
Dipandunya sekumpulan air
untuk cepat mendarat
Pada tanah
Pada mawar yang hampir mekar
Pada segala
segala gusar, risau, dan galau yang tak ramah

Sumenep, 31 Januari 2015


Sajak Ambunten

Menyusuri lorong Perikanan
bau amis yang kita jaring berdua
dan terminal yang kau sebut sebagai bumi terasi,
telah kucatat sebagai perekam kenangan

Lalu tentang Partelon yang kita tinggalkan
Jantung Ambunten dengan sendi-sendi yang merayap
selalu pemisah yang amat ulung
dan pada sungai di tepiannya,
kau gurat pucat wajah sembari berkata,
tinggallah

Kini kuputar ulang Tamba Agung yang menadah lelahmu
sedang di pertigaan menuju Kawedanan,
lagi-lagi rindu itu membuatmu berhenti;
antara pulang atau pamit selamat tinggal

26 Februari 2015


Menapak Perjalanan yang Kuyakini adalah Kamu

Bicara perjalanan,
tapak kaki adalah kekuatan menempa langkah;
dan padanya tiba-tiba aku mengingatmu

Pemilik sepasang derai mata nanar
yang semenjak aku gulung mimpi,
kau memapahku untuk menghamparnya lagi

Menghafal perjalanan,
tapak kaki adalah kelapangan menjemput arah;
dan tiba-tiba aku mengenangmu

Lelaki berhati merah
yang sejak aku gugurkan cita,
kau menggiringku memungut walau sekadar rohnya

Ujung Madura, 04 Desember 2014


*Mahasiswi Sastra Inggris UTM. Menekuni kajian kepenulisan di FLP Bangkalan.

Powered by Blogger.