Header Ads

Puisi-Puisi Fajri Andika, Radar Seni, 28 Juli 2013


Sumber: sea, Heprasyana Painting



RASNANDA

kau tuangkan segelas sepi pada puisi
kau lukis matahari di musim semi
kubaca pada diriku sebagai rindu
karena cinta pada dirimu tak mengenal waktu


PERJAMUAN KEDUA
:Cita Suci Rasnanda

di perjamuan kedua
kita saling melempar kata
kau seperti penyair yang tenggelam dalam lautan kata
yang ombaknya sendiri kau cipta


ELEGI YANG GAGAL
:Cita Suci Rasnanda

hanya sajakmu yang bisa kubaca
sajak yang lain hanyalah permainan kata-kata

sajakmu tak bohong
meski kau sering di ruang kosong

sajakmu takkan mati
meski sunyi selalu menghantui

burung gagak hanyalah sebuah diksi
atau kata lain dari mimpi

kain kafan jadi hitam
putihnya hilang dalam sajakmu yang suci

kata-kata tidak punah
dan aku masih bisa membacanya


SAJAK MALAM

dalam sajak malam
kata-kata tertidur pulas
sebatang bulan yang kau tanam
mencari akar yang hilang


MONOLOG SEORANG PENYAIR

pada laut sunyimu
aku ingin jadi puisi
kucipta kata dari bening matamu


TEKA-TEKI MALAM

aku bukan seperti malam yang kau pikirkan
malam yang memahat rindu dengan waktu
malam yang merayap di celah-celah almanak
malam hanyalah teka-teki
yang tidur di setiap arloji
aku tidak tercipta dari kegelapan
aku malam yang lahir dari malamku sendiri


KAMPUNG HALAMAN

tak ada yang terkenang selain kampung halaman
kampung halaman memberiku banyak kenangan

aku ingat masa lalu
bermain air di kali, menangkap kupu-kupu,
dan membuat mainan dari koran yang lusuh

aku ingin kembali ke kampung halaman
mencium tanah kelahiran
tanah yang terkenang dalam kenangan


MALAM

bagaimana membuat malam jadi sempurna
bulan hilang dengan sinarnya
entah kemana!

aku hanyalah kunang-kunang
yang memiliki sedikit cahaya
dan tidak begitu mengerti tentang arti dari sebuah kegelapan




Penyair lahir di Sumenep, Madura, 1 Juli 1989. Kini bergiat di Komunitas Rudal Yogyakarta.
Powered by Blogger.