Header Ads

Puisi-Puisi Salama Elmie di Indopos 02 Agustus 2014


Sumber gambar: Abstract Painting. Diambil dari Google.


Di Ruang Puisi

Di kota ini aku merapatkan segala genggaman
dari getar gemuruh para pahlawan
dari banyak kata yang tak usai kujelajahi

Di kota belantara aku terus berjalan
menata kata dan menata hidup dalam kehidupan

Aku kembali membaca bentuk-bentuk luka
menebar segala cahaya dan rasa 
di atas dingding setiap asa 
dari jejak buku yang terus aku baca
menuju perkampungan cahaya 

Kos Bali, 2014


Pengaduan

Matamu mulai nanar dengan sepi
mengajakku mengembara
rindu yang mengendap di ruang dada
dari kata yang mulai menyisahkan luka

Sementara tak kutemukan apa-apa
kecuali tubuh sepi yang mati

Pada malam aku mengadu
pada sepi aku bertemu
pada jejak aku meminta waktu untuk setia
pada perjumpaan di satu titik yang bernama rahasia

Jogja “UIN SuKa”, 2014


Salama Elmie, lahir di Kolpo, Sumenep. Alumni Al-Huda Gapura Timur. Kini tinggal di Yogyakarta dan menjadi Mahasiswi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Belajar menulis sastra dan aktif di Komunitas Rudal Yogyakarta, juga bergiat di LPM Humaniush UIN UIN SUKA.  Antologi puisi bersamanya: Sinopsis Pertemuan (2012), Menatap Sebuah Asa, Hanya Sebuah Nyanyian Parau Bocah Jalanan (2013), Gemuruh Ingatan, 8 tahun Lumpur Lapindo (2014),  Jaket Kuning Sukirnanto (2014), “NUN” (2015), 175 Penyair dari Negeri Poci 6, Negeri Laut (2015), Sajak Sang Penyair (2016), Semesta Dua Musim (2016). Sebagian puisinya juga tersiar di beberapa media cetak antara lain Indopos, Radar Surabaya, Sinar Harapan dan Medan bisnis.
Powered by Blogger.