Header Ads

Puisi "Cumedak" dan "Banyuates" karya Mahwi Air Tawar





CUMEDAK

Kukunyah jantungmu di petang hari
Sebelum mantra jadi genta
Merebut riak dan guruh arus
Menggerus pancang tiang jembatan, Madura!

Kureguk peluh asin darahmu
Sebelum embun menitik direntangan usus
Di tegalan penuh gundukan celatong
Di udara ranggas tempat harapan menetas

Di pantat molekmu kusesap irisan paku
Kujelang hidup-matiku dengan lengking saronen
Kutimang dan kubujuk Tuhan
Dengan senandung tembang tandak

Agar lenggang sapi karapanku tak tergelincir
Dari bukit punggung kapur



BANYUATES

Ia bawa raganya
Menapaki jalan-jalan asing
dan gulita

Tak ada titik terang ke mana mesti pulang

Sepanjang jalan
Setiap Simpang
Senantiasa ia jumpai jelapang
Ia bawa raganya
Tinggalkan impian piatu pada kemarau

Kesunyian kekal bagi rahasia musim

Jauh di seberang
Tempat ia leburkan tangis
Agar sanak-cucu tak harus nafaskan keluh

Sekali waktu
Ia terkurung

Di tahun-tahun keramat
Seribu sembilan ratus sembilan puluh delapan

Sampang, seumpama tempat pulang
Pembuangan dukun santet

Powered by Blogger.