Arsip Puisi Penyair Madura (Se)-Indonesia

Full width home advertisement

PUISI INDONESIA

PUISI MADURA (SANJA')

Post Page Advertisement [Top]




Perjuanganku

Bukan senjata yang kau hunus
Sampir sumuh yang kau sulam
Bukan penjajah yang kau tantang
Lelah dan kepus asaan yang kau tumbangkan
Lembut kemarimu menyulap kenakalanku
Keringat dan air matamu
Telah mengajariku mengija alam yang
Terkadang sulit kuartikan
Demi tinta penaku
Perih dan lebih tak kau hiraukan
Sejak aku lahir
Hingga mengerti warna langit
Kaulah pejuangku


Merah Darahku

Aku adalah panas yang tak membakar
Aku adalah air yang tak sempat mengalir
Aku adalah malam tampa terang
Dan aku bukanlah dendam sekeras batu pualam
Aku bukanlah mata yang tak melihat
Aku bukanlah telinga yang tak mendengar
Aku bukanlah lentera tanpa nyala
Tapi aku adalah sinar yang berbinar
Putih mataku
Merah darahku
Satu arahku
Tak pernah mau terkikis waktu

Money Politic

(tragedi pembongkaran kuburan massal)
Mengapa kau biarkan matamu buta
Atau kau sendiri teah membutakannya?
Telingamu tuli, hati mati, nagsu tinggi tak terkendali
Tidakkah kau dengar tangis moyangmu
Lihat jentik haus darah itu
Demi tuak kau biarkan bahkan kau perjuangkan
Lebih aneh lagi....
Seragam berbintang menatap kebingungan
Gamis dan sorban menjadi tontonan
Karisma terkubur di bawah selokan

Lepas

Banjir membutir
Sisa peradaban kini menyapa langit
Lumpur hitam mengering mendebu
Mengajak angin mengecup embun
Di ranting cemara...
Aku adalah selembar awan
Lebas bebas mengitari bumi
Bersayap gerimis pada sisa pelangin
Di sudut kegalauanku
Di dinding ruang kalbu
Aku bagai reingkarnasi tanpa mati

Kosong

Kosong penuh makna
Kososng penuh goda
Kosong penuh siksa
Kosong adalah sapa jembatan mengija mantra dunia
Syeta.. menjauhlah kau disana
Biarkan aku meronta dengan kekososnganku
Biarkan aku hisap semua putih sabda Tuhanku
Kososng tiada
Tidan yang kosong
Ada yang kosong dalam jerit nafasku
Jika orang berkata tong kosong nyaring bunyinya
Maka aku juga harus berkata:
Kantong kosong hitam legam godanya.

Ir Mas Kanjeng Kelana, Alumni PP Sumber Payung Ganding. Pernah bergiat di Sanggar Tirta Ganding sekaligus pendiri Sanggar Kelana PP Sumber Payung. Sanggar Asap PP Sumber Payung. Selain itu inten di Komunitas FKMM (Forum Kebangkitan Masyarakat Madura)

Catatan Admin : puisi ini ditemukan dalam kumpulan Arsip Puisi pribadi dalam bentuk kliping. Puisi ini diperkirakan dimuat, jika tidak di suara pembaruan, seputar indonesia, dan koran merapi, pada 19 Agustus 2007. Jika sang penulis ingat, mohon dibari tahu kepada kami. Atau jika teman-teman penyair ada yang mengetahuinya diharap untuk juga memberitahukannya kepada kami. Terima kasih. Salam seni dan budaya, salam sataretanan...!




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bottom Ad [Post Page]

| Blogger Templates - Designed by Colorlib