Header Ads

Puisi-Puisi Raedu Basha di Pikiran Rakyat, Minggu. 20 April 2014


Sumber: Robert R Splashy Art


MENATAP LAS VEGAS

menatap Las Vegas
bangunan-bangunan menjulang
mencakar langit atmosferku
emosi karam di antara gemerlap lampu
berdecaklah jagad kuldesak
sambil kueja mantra-mantra Sakera
sekedar membuang ketir dan gemuruh
yang ranggas di dalam otak

seperti inikah Madura kelak
posmodernism
megapolitan disajikan bagi anakputuku
hidangan dunia yang gila
di mana tak kudengar
nyanyian sumbang kakek lugu
seperti tembang kae menjelang tidurku

masihkah garam tetap asin
bila bir bertumpahan di lautan
kesunyian terhantam
akal menjadi kekuatan
birahi di atas nurani!


menatap Las Vegas
bagai kupandang bebukitan
Payudan hingga Sinongan tersulap tol
jembatan gantung
goa-goa menjelma terowong jalan
mengusir para petapa
gelora perjalanan matahari di asa
kacong-cebbingku

di dada sawah, bola-bola golf berhamburan
asap mesin polusi perkasa
mencabuli semerbak tembakau
tempat eppa' dan  embu' meremas keringat
membingkai senyum di garis-garis ritmis

Madura!
celurit yang dulu kau asah
bergeletakan sudah...

2006


HIKAYAT NEGERI SORGA
: Pulau Garam

angka dalam waktu
perlahan merentakan putaran kincir
di sebidang sudut tambak
petani mendongak ke langit
menadah setitik bintang jatuh ke lubuk lautan
mengharap cahaya
gemulaikan bulir berlian mengkemilau seperti dahulu
saat seribu kapal menghantarkan hasil peluh ini ke haribaan dunia

pada hamparan lautan yang menyelat pulau-pulau impian
kurindukan kembali garam berderap jingga
dari lenguh para petani. meningkahi keasinan kota pada moksa
menjadikan dua rasa saling berkecup di relung delta
garam bergelus
tawar memupus di limutan samudera

dahulu
dari rusuk baling-baling yang pasrah pada angin
aku dapat menatap tangisharu moyangku
air matanya yang tawar dapat kucicipi bila kuasini dengan garam
hingga dari airmatanya dapat kunisbatkan:
perjuangan adalah ketabahan di ladang tanggul
tambak menggulai ketegaran
tambak membuah ketenangan

kemudian tubuh pulau merajut sendiri keindahannya
laksana jelmaan sabana
namun senyuman senja di muka petani
tetap tulus dan bersahaja mengelus hati
meski dari hari ke hari
doa dan peluh berdesakan selaik kisruh

kini sebuah hikayat indah ingin kutembangkan kembali
limpahan kekayaan margalaut yang tiada kudapati selain di pulau ini
sewaktu Pangeran Katandur mengejakan kalimahsyadahah
mengelilingi daratan Madura
: samudera menggumpal kristalan putih. garam membuih
laut mendawuh di kening dermaga
ikan-ikan berlompatan di jantung segara
sungguh rekah Tuhan menggelar sebuah negeri sorga!

namun
entah siapa telah berbual dalam syukurnya
airlaut tiada mengasin lagi
tambak hanya menanam lelah
tambak hanya memanen sepi

Pangeran!
ajari kami lagi mengeja asma kalimahsyadahah
hingga lautan kembali mengkibar bendera layar
memasang rusuk kincir kembali membalingkan gemulai angin
mengarahi sampan-sampan kembali berlayar
menghantarkan ritus peluh ini ke haribaan dunia, seperti dahulu…
sampai harum kembali garamku
searoma derap tasbih para petani

2007



Raedu Basha (raedu-badrus shaleh): Penyair, kelahiran Bilapora Sumenep, 3 Juni 1988. Mahasiswa Pascasarjana S2 Ilmu Antropologi Budaya, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Buku-bukunya: Matapangara (Puisi: Ganding, 2014), The Melting Snow (Novel: Diva Press, 2014).

Mengarang puisi, cerpen, dan sedikit artikel di sejumlah media massa nasional dan daerah antara lain: Republika, Media Indonesia, Indopos, Suara Merdeka, Pikiran Rakyat, Surabaya Post, Koran Merapi, Harian Cakrawala Makassar, Majalah Tebuireng, Horison, Sabili, Bende, Kuntum, Media Pendidikan, Jurnal Aksara, Koran Madura, Radar Madura, Kabar Madura, Puitika, Jejak Bekasi, Kompas.com dan Kompas, Nahdlatul Ulama Online, serta buku-buku antologi bersama yang terbit sejak 2003. 

Menerima Anugerah Sastra dari Universitas Gadjah Mada sebagai pemenang lomba penulisan puisi FIB UGM (2014). Pemenang Sayembara Penulisan Puisi Tingkat Nasional Pusat Bahasa Depdiknas RI Jakarta (2006), juara lomba cipta puisi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Taman Budaya Jawa Timur (2006), juara baca puisi se-Jawa Timur pada Pekan Semarak Tiga Bahasa Ponpes Al-Amien Prenduan Madura (2007), Juara Cipta Puisi Teater Kedok Surabaya (2007), juara cipta puisi PSK Kendal Jawa Tengah (2014), juara cerpen mahasiswa nasional Festival Cinta Buku LPM Fajar INSTIKA Guluk-guluk Madura (2012), nomine cerpen mahasiswa nasional, LPM Obsesi STAIN Purwokerto (2012 dan 2013), 5 cerpen terbaik Majalah Kuntum Yogyakarta (2013), Penghargaan Puisi Piala Wali Kota Surabaya (2007), Penghargaan Agrinex Indonesia lomba cipta dan baca puisi se-Indonesia Institut Pertanian Bogor di Jakarta Convention Center (2007).

Menjadi pemateri diskusi, pelatihan menulis, antara lain pemateri Creative Writing Camp Yifos-ViVos. Konon belajar mengarang sastra di Komunitas Saksi dan Bengkel Puisi Annuqayah. Perintis Rumah Sastra Bersama pada 2006. Diundang membacakan sajak dalam Festival Kesenian Yogyakarta, Festival Sastra Kepulauan, dll. Facebook: Raedu Basha, Twitter: @raedubasha, Blog: www.raedu-basha.com (Arsip Pribadi Raedu Basha di www.raedu-basha.com)

Powered by Blogger.