Header Ads

Puisi-Puisi Muhammad Ali Fakih di Indo Pos, Sabtu 01 Juni 2013



Lukisan berjudul "Times" karya Salvador Dali. Diambil dari Google.

Kaisar Waktu

Yang timbul-tenggelam bukan cintaku
yang tak masa kini bukan waktuku

Tawa dan tangis, sedih dan bahagia
adalah mutiara-mutiara hayal yang terperam
di kedalaman masa silam dan masa depan

Dan dari kedalaman dua lubang gelap itu
badai dunia menyemburkan keragaman
dan menyembunyikan Yang Tunggal
dari tatapanku

Matahari hanya mencipta bayang-bayang
orang yang kemarin menanam bunga
hanya untuk kelak mengubur bangkainya

Wahai dindaku, selendang agung kebanggaanku
hiduplah saat ini dan di sini, dalam pelukanku ini
kenangan dan impian mari kita bakar
dalam kuluman bibir kita yang kekal

Gamping, Maret 2013


Kota Keyakinan

Sebuah kota terbentang dalam diriku
lebar dan tak terbatas

Kubangun warna, gerak dan bahasa dunia
kubangin ia dengan jerit dan tawaku, getir dan riangku

Aku yang memijakkan kaki di jalan-jalan kalian
merapikan kenangan dan merencanakan masa depan
semata karena lampu kotaku belum padam

Sebab bila padam, hai dinda, aku gila
sebab bila padam, hai dinda, aku tak akan mampu
untuk sekedar menganggap diriku manusia

Kotaku bagai cermin
di mana darah yang mengalirkan kekuatan pada tangan
suara pada mulut dan sinar pada mata
terpantul darinya

Kotaku bagai arus sungai; tetap dalam perubahan
di mana taman, gedung dan jalan-jalannya kini
bukan lagi taman, gedung dan jalan-jalannya esok hari;
di mana aku yang berdiri di pusatnya
tiap detik bagai orang asing; haru dan terpana

Krapyak, April 2013 



Muhammad Ali Fakih, lahir di Kerta Timur, Dasuk, Sumenep Madura, 08 Maret 1988. Alumnus Pondok Pesantren Annuqayah. Menyelesaikan studinya di S-1nya di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan bergiat di Lesehan Sastra Kutub Yogyakarta. Puisi-puisinya terbit di pelbagai media massa dan terkumpul dalam beberapa antologi bersama. Buku puisinya “Di Laut Musik” terbit pada tahun 2016 oleh Cantrik Pustaka.
Powered by Blogger.