LABANG ARSIP

Puisi-Puisi Khairul Umam di Analisa, 31 Agustus 2014

Lukisan karya Zao Wou-Ki (Zhao Wuji). Diambil dari Abstract Painting.
SUATU MALAM AKU BEGITU TERASING

tiba-tiba aku begitu terasing
hiruk pikuk yang menziarahi tubuhmu
mengalir lampu-lampu
tak pernah tercatat dalam kamusku

lihat!
anak-anak yang berlari itu
membawa masa depannya
sama sekali tak kukenal
dia berasal dari dunia yang lain
tak pernah kusentuh
dunia labirin yang menyesatkan
pandangku

beribu lampu, beribu deru
beribu mainan otomotif, beribu pancing ajaib
beribu sulap, beribu maksiat
berebut masuk dalam kepala anak-anak itu
pun anakku

tiba-tiba aku begitu terasig di sini
di taman tempat musyawarah raja-raja
tempat manunggalnya Tuhan dan hamba

dan begitu jauh melesat
meninggalkanku
meninggalkan masjid yang kubangun bertahun lalu
semakin berpijar, semakin hingar
semakin gersang

Gapura, 19 Juli 2014

 
TRAGEDI MH17

kudengar kabar mh17 ditembak jatuh
295 nyawa seketika m enjadi kapas
melayang di batas dunia dan akhirat

ruh itu asyik menghadap Tuhannya
manusia saling angkat bicara
ada yang menuntut ada yang tertuntut
tak jelas siapa mereka
hanya tangan menuding ke udara

di singgasananya
Tuhan berkerut kepala
senyumnya kecut
tatapnya hambar
“manusia sudah begitu tak warasnya”
dia menutup buku catatan
bersiap menerima tamu baru yang datang
295 orang

Gapura 19 Juli 2014

Khairul Umam, Guru di MA Nasa1 Gapura. Alumni pascasarjananya UGM-FIB Antropologi. Tulisannya telah dimuat di media lokal dan Nasional. Saat ini, bersama komunitas Semenjak sedang melakukan tour sastra ke berbagai lembaga di Timur Daya untuk memasyarakatkan dunia literasi pada generasi muda.