LABANG ARSIP

Puisi Motif Batik Jufri Zaituna - nu.or.id, 27 Januari 2013



Jagalan
tali kekang melingkar
mengikat lenguhan beterbangan
jerit kesakitan menggelepar
bersama deras aliran darah 

dari leher terpenggal tajam pisau
sampai nafas-nafas bermuncratan
pada wajah daun pisang terhampar
menutup nganga luka di leher
melepas gerak kebebasan
maut seolah hujan
mengguyur batas nasib
menggenangi harum tanah
menumbuhkan sulur-sulur
senyuman para pembantai


Gunung Pati
di gunung menjulang
ketakutan mengecup harapan
bagi perseteruan yang tak selesai
menuntaskan darah pertempuran
pada setiap jejak yang tertanam
menjadi nama keabadian


Pecinan

pada ruang lampion berbunga
ada batas gerak waktu berbeda
memenuhi setiap sudut kota
yang telah tumbuh menjadi cahaya
mencipta pusaran pancaran warna mata
menjadi tabir-tabir kegelapan dalam dada
melingkari ruang-ruang hening
persemayaman titik-titik rahasia


Cabean


pedas bibir merahmu
ada tangkai-tangkai masa lalu
tentang cabe-cabe bertaburan
di dada terbakar sorot mata
berbunga-bunga mekar matahari

tak dapat kuhentikan
getar lidah kenikmat
sampai merekah cahaya memudar
melengkapi dendam panas keinginan
sepanjang aliran sungai kaligarang
mengairi tanah cabean