LABANG ARSIP

Puisi-Puisi Saiful Bahri di Kedaulatan Rakyat, 28 Agustus 2017

Diambil dari Abstract Panting

BUKIT KALOMPEK

Girang
Kulihat surau-surau
Kulihat pulau-pulau

Ia tinggi menjulang
kudaki kuterjang
Habiskan senja petang
terseret kabut remang

Biarkan sungai-sungai
Teguh mengalir tiada akhir
                        
Dibukit ini
Biarkan tubuhku jadi air,
Ayal mengalir pada tubir
Membasahi silau bibirmu
Mengulum rinai ranum senyummu

Pangabasen, 08'17, Jam 00:25


TERBARING LAMUNAN

Sepi di tepi malam

Masih tersanjung kesunyian
Masih mengalir kerinduan
Wajahnya yang singgah,
Singgah menjadi gairah

Kelam
Terdiam
Riang
Menyerang

Gapura, Agustus 17

Gitarku
Jreng !!!
Kudendangkan rajutan lirik irama lagu
Ayal menukik senja dan memetik rinai gitar itu
Suaraku, dawai meliut girang setinggi gunung
Mengakar jalar terjal, menyulam angan kesunyian

Hoo.. Hoo.. Hoo..
Suaraku, pun rinai gitarku, kerap kali kupetik berteriak lantang,
Berdendang oh berdendang jelang malam tak berbintang
Meski diluar terjajah hujan, tetap kubuang deresi kenangan
Seraya bernyanyi, mengulum skenario sajak kebahagiaan

Kamarku, 14 Agustus 17

Saiful Bahri, lahir di Sumenep, Pada Tanggal O5 Februari 1995. Selain menulis, ia juga salah seorang aktivis di kajian sastra, dan bergelut di dunia "Teater Kosong Bungduwak" Sekarang ini pula ia aktif di perkumpulan dispensasi Gat's (Gapura Timur Solidarity) dan juga Fok@da (Forum komunikasi alumni Al-huda), sekaligus Purnama.