LABANG ARSIP

Puisi-Puisi Ridhafi Ashah Atalka di Minggu Pagi IV Maret 2013



Sumber : Surya Gemilang's

Sekam

Kenangan adalah wajah bulan yang memancar di permukaan lautan
Semakin kuselam ke dasar ia semakin menghilang, adakah ia tersimpan
dalam-dalam ke rerungkang ingatan, memotong perasan yang lama-lama
tersimpan dalam bungkam, hingga cinta hanya menjadi bahasa diam yang
tersekam.

Angin merekam bahasa daun, angin kesiur gugur tetes embun, hujan pun
Turun menghapus jejak kaki dan tapak gagak menunggu jajan genap melepas
almanak yang berdarah, maka kenanglah aku semampu waktu mengenang samsu.
Jangan biarkan kenangan menghapus masa lampau, masa silam yang terjal.

Yogya. 2013


Genggam

Kita saling genggam sebelum akhirnya berlepasan seperti hujan
Dan aku menghilang dari pandanganmu yang teduh itu, meninggalkan gerimis dari teduh matamu
Dan kini aku datang kembali seperti perahu yang datang membelah gelombang, dan kesiur desir angin

Membuat riak permukaan lautan, bergetar, tangan kita, tanah tempat pijakan semua berguncang, kita saling
Genggam sebelum akhirnya berlepasan seperti ikan-akan berloncatan ke udara mengatakan kata-kata cinta pada
angkasa, pada udara.

Yogya, 2013


Jam

denting jam tengah malam berputar-putar menanam ketekutan dalam pikiranku
seperti hantu waktu memburu, aku ingin berteduh di angka ketujuh, sebab asap
yang melesat lesap ke udara menebar warna bagi senja, adalah cinta yang berlayar

kesamudera jiwamu itu membelah batu-batu dan mampu mendiamkan angka jam hingga langit memekik asap lesitdan aku memanggilmu dalam seru kalbu yang amat sakit.
dan denting jam tengah malam itu tak lagi mengelilingi ketakutanku, tapi
berlalu dari buku harianku, dari kitab-kitab para nabi.

Yogyakarta. 2013


Ridhafi Ashah Atalka, lahir di Sumenep Madura, 21 September 1992. Puisi-puisinya terbit di pelbagai media massa. Alumnus PP. Annuqayah daerah Lubangsa. Kini tinggal di Yogyakarta, dan bergiat di Lesehan Sastra Kutub (LSKY) Yogyakarta. Jln, Parangtritis KM 7,5 Cabean, Sewon Bantul, Yogyakarta.