LABANG ARSIP

Puisi Rifky Raya di Koran Madura, tanggal 28 November 2014





NARASI KESUNYIAN

Kita sama-sama membaringkan badan
Untuk sekedar menitipkan lelah pada puisi
Sedangkan secangkir kopi yang terhidang
Hanya tinggal ampas:
Seperti sebuah kenangan
Yang hanya mampu diratapi
Dan dilepaskan di atas pangkuan
Seolah-olah kita sudah tak berdaya lagi
Menyebut istilah sunyi sebagai kekasih
Lalu, apa dan bagaimana?

Kukira, setiap pertanyaan-pertanyaan
Hanya berkabung di atas kehampaan

Dan kamu,
Adalah cara lain
Untuk keluar dari kekosongan
Untuk kemudian menjadi tiada lagi


Sumenep, 2014

 
MATA

Sebelum jauh menempuh
Lihatlah dahulu
Sesuatu yang sembunyi balik pintu:
Kemungkinan-kemungkinan, peta-peta
Yang mesti kita tata menjadi angka

Lihatlah pagi
Tatap matahari
Sampai senja sempurna kita miliki


Sumenep, 2014


 
Rifky Raya, lahir di Desa Badur, Kecamatan Batuputih, Sumenep Madura, 15 April 1993. Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam, Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Aqidah Usymuni (STITA), Tarate Pandian Sumenep. Alumnus Pondok Pesantren Annuqayah Daerah Lubangsa. Tulisan-tulisannya dimuat beberapa media lokal dan nasional. Juga dalam antologi bersama, Reportase yang Gagal (Kosambhi Publishing, 2010), TIRTA; Tinta Kehidupan (Antologi Annuqayah, 2010), Engkaulah Surgaku (Oksana, Sidoarjo, 2014), Memo Anti Terorisme (Forum Sastra Surakarta, 2016), Rumah Pohon (Interlude, 2016), Terpijak Gelisah (Sigi Media Publisher, 2016), Orasi Pemuda Nusantara (LovRinz Publishing, 2016), Ketam Ladam Rumah Ingatan (LSS Reboeng, Jakarta, 2016). Semasa di pesantren, pernah aktif di Sanggar Pangeran, Sanggar Andalas dan Sanggar Kotemang. Saat ini bergiat di Komunitas Pelar STITA Sumenep, sekaligus aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sumenep. Saat ini tinggal di Sumenep, Madura. Facebook: Rifky Raya, No. HP: 085-231-085-394.