LABANG ARSIP

Puisi-Puisi Bernando J. Sujibto di Padang Ekspres, 10 Desember 2018




Mengejar Senja -sujoyoko

1/
Senja diam di sebuah stasiun
Ataupun di ujung dermaga seberang
Tanpa lambai selain kedip gugur alismu

Senja tak pernah beranjak menunggu
Menguji kesetiaan di jalan yang simpang
Ada aroma keminyan dan rekah kembang
Sesekali peluit dingin meniup gugu

Saat ini, apa yang hendak dirisaukan
Dari akhir matahari menjelang malam
Untuk sesuatu yang menunggu?

2/
Tubuh kita berlarian ke pesisir selatan
Mengejar senja yang akan karam di lautmu
Di sini langit terbakar, bisikmu
Gunung-gunung melepas cadar
Menyaksikan perjumpaan
Melunaskan ingatan

Tak perlu kembali ke pulau ini lagi, pesanmu
Setelah matahari berkubur di mata kita masing-masing

2008

Sumur Kecil di Ngalau Indah

dari balik bukit itu ada bisik rancak
memanggil rinduku kepada hijau semak
sisa gerimis mencair dari julur bibir ilalang
semak membuka selangkang jalan-jalan lapang

di ujung lembah sebuah lereng sawah
bayanganku berkaca-kaca ke dalam lubuk
air sumur kecil yang mengalir sendiri ke bawah
kaki bukit yang mulai ranggas? ke akar-akar

mata air sumur kecil itu dari akar-akar
menjemput laut dari juntai kedipannya

kualirkan darahku ke lubukmu yang entah
menggali palung istirah dari dasar jantung
kepada rukuk dhuhur-ashar yang ku-qashar

tanah merekapku seperti akar-akar
hapus wajah asinku hingga ke pucuk
aku akan kembali kepada kuncup
sumur kecil di sebuah bukit mungil

sumur kecil mencipta sungai
memalung lautan sendiri
gelombangnya berdzikir
sederas darah jantungku

Payakumbuh, April 2008