Puisi-Puisi Kholil D Rahman di Medan Bisnis, 13 September 2015




Sumber: Modern dinding kanvas
Menjelang Perpisahan

Di bawah tirai matahari yang meledakledak
Rasa dendam begitu jelas mendiami hati kecilku
Dan aku yang terlanjur setia kini ditinggal terluka
Mengingatmu adalah pekerjaanku
Dan tanpamu, aku bagaikan surga tanpa adam dan hawa

Amel, beri aku surga yang selalu mereka ceritakan
Biarkan kelajangan ini melayang bersamamu ke mana
Angin membawanya

Tangisku begitu keras. Bagai debur gelombang
Yang meraih tanah merah di tepian
Atau mungkin jadikanlah aku bangkai hati
yang abadi dalam dirimu.

Godean 2015


Adalah Cinta

Tetapi bagiku engkau adalah yang terahir
Meski kau mengawali dengan yang pertama lagi
Padahal di kalender 27 april sudah ada tuhan
Ada janji dan kematian yang menyaksikan
Dan engkau seakan menganggap ini permainan
Yang tak pernah selesai kita pikirkan
Dan perlu kau ingat, di darahku ada darahmu
Begitu erat.

Godean 2015


Tentang Kesetiaan

Sementara air mata kesedihan menjadi saksi dalam tangisan
Pelajaran kesetian sulit untuk diterapkan
Dan tak pernah tercapai seperti yang ada dalam impian

Pun air mata tak terhitungkan
Pada angka dan ruang yang telah ditentukan
Gambar gambar mesra adalah kenangan yang tertinggal

Hanya saja setumpuk tulisan
Yang bisa aku saksikan
Membuat segalanya terkubur tanpa nisan.

Cabean 2015


Cinta dan Kematian

Padahal cinta ini lahir dari kesunyian
Atas kepergian seseorang
Yang kembali dangan wajah mengerikan
Dan membuat rumput-rumput kering
Bebatuan hancur menjadi krikil



Kholil D. Rahman, Nama pena dari (Khalilurrahman), lahir di Bicabbi, Dungkek, Sumenep (Madura).


loading...