LABANG ARSIP

Puisi-Puisi Abd Qosim di Radar Madura, 12 Juni 2015


Sumber: Diyano Purwadi, sexy, 145 x 180 cm, acrylic drawing pen on canvas 2009

Limbah Negara

Lantaran bumi bergetar
Berhamburan dalam hamparan kekalutan
Teriris-iris luka membatin
Menggali kehidupan yang lalu
Bersemarak dan bersorak-sorak
Menguliti kekeringan naluri
Sedih rasanya melihat
Negeriku dipenuhi tumpukan sampah berdasi
Yang melintas dengan riang
Tanpa peduli anak jalanan
Berteriak memanggil keadilan
Celoteh demi celoteh
Kini hanya celoteh limbah
Tak mampu menyadarkan
Akan pentingnya kehidupan
Yang dihiasi dengan kebersamaan

Kolor, 11 Mei 2014

Senyum Matahari

Siang yang melambung
Di atas menara gunung
Aku bersimpuh dan meraung
Menanggung beban di jantung

Santi yang kedinginan
Melawan derasnya angin
Sedikit kesal dan sedih
Menutupi kehausan ilusi

Iringan raut wajah
Yang bercocok paku
Menembus kepiluan
Elong yang sumpek

Dengan haus dan pelan
Lirikan mata nan pukulan wajah
Mengingatkanku
Akan rindu yang membara

Sumenep, 23 Februari 2012



Abd Qosim, aktif di BEM STITA dan UKM Komunitas Pelar