LABANG ARSIP

Puisi-Puisi Benazir Nafilah di Koran Madura, 21 Maret 2014





Bacalah

Bacalah mataku
Yang terbuka di hadapmu
Wajahku yang memerah
Semerah senja yang mengantarmu
Pada teduh pelangi

Sepi tak lagi punyamu
Sebab ramai membungkusmu
Dalam peluk mata batinku

Bacalah,
Simfoni yang terlukis indah

Sumenep, 29 Januari 2014


Akupun Bertanya

Bunga mimpiku berguguran pada wajahmu
Selalu saja ada yang gagal ketika aku ingin menjadi
Produser di mimpiku
Serpihan mimpi yang melenggok pada jalan lain
Namun tetap buntu di wajahmu

Rindu tak musti diucapkan
Barangkali masih ada yang perlu menemaniku
Dalam mata memejam
Menghembus serupa suaramu
Kirimkan aku anakmu agar bisa kurawat bersama gelakku

Di kamar ini, aku kehilangan dengkurmu
Semacam gelombang cinta yang tiba-tiba
Tak menemukan frekuensi
Semacam bentuk bibirmu yang menggoda

Adakah mimpiku dalam mimpimu?
Dan akupun bertanya
“banyakkah wajah seperti wajahku?”

Sumenep, 4 Februari 2014


Hanya Rindu

Suara yang menghantam gendang telingaku
Menangkap rindu pada pucuk reranting
Di pagi yang dingin
Bukan karena hujan
Tapi karena rindu yang teramat

Ada wajah yang kabur
Seperti pasir yang menyelimutimu
Di antara deru kaki
Kau bersijingkat membuat jejak baru
Juga batu yang kau ukir namaku
Tak hanya itu!

Selongsong rindu yang aku pantik
Kini sampai di jantungmu
Hanya di jantungmu
Ya, hanya selongsong yang menghujam
Mata hatimu!

Sumenep, 3 Februari 2014


Benazir Nafilah: Penulis, aktif di UKM Sanggar Lentara STKIP PGRI Sumenep.