LABANG ARSIP

Puisi-Puisi Homaedi Edi, Haluan, 21 Juli 2013


Sumber: handmade oil paintings abstract contemporary modern painting



Doa

tanah-tanah terjungkal
darah mengalir ke langit

tangan-tangan menjelma sunyi
merajut lirih jeritan itu;

ibu

Sumenep, 2013


Sarung

gulungan pertama
membikin kotak-kotak

lalu menurun
angka-angka

manusia

Sumenep, 2013


Kunang-Kunang

kemudian ia hinggap
bulir-bulir hujan
menancap-nancap:

pada dedaun
semak-semak berkemerlap.

Suemenp, 2013


Nisan

semerbak dupa
menyeruak sebutir
batu.

seribu warna kembang
kutiriskan tanah-tanah.

pada yang kembar.
bertatapan.

Sumenep, 2013


Lorong

hidup ibarat sebuah tikungan
meliuk-liuk, kemudian
terjungkal

berkeping-keping:

kita

Sumenep, 2013


Slopeng

lalu kuatrik selendang
di lautmu, di arakan ombak
tetes satu gemulai

derap-derap langkah
irama cemara

wajah-wajah menjelma dupa
tertarik ulur petunjuk alur

silam

Sumenep, 2013


Yang Katanya Santet

pada purnama ketujuh, kuhanyutkan
mantra menebas detak-detakmu. helai
bara membakar udara

desirnya meluluri rambut hingga
telapk-telapakmu

bulan datang tampak matahari, menjemput
hingga perih.

sebab
gerakmu ibarat telur, terendam di kedalaman
tak ada riak. retak dihantam ombak

saat pecah, segalanya berkahir

amin

Sumenep, 2013