LABANG ARSIP

Puisi-Puisi Homaedi Edi di Haluan, 2 Juli 2013


Biografía: José Luís Bustamante

Doa

tanah-tanah terjungkal
darah mengalir ke langit

tangan-tangan menjelma sunyi
merajut lirih jeritan itu;

ibu

Sumenep, 2013


Sarung

gulungan pertama
membikin kotak-kotak

lalu menurun
angka-angka

manusia

Sumenep, 2013


Kunang-Kunang

kemudian ia hinggap
bulir-bulir hujan
menancap-nancap:

pada dedaun
semak-semak berkemerlap.

Suemenp, 2013

Nisan

semerbak dupa
menyeruak sebutir
batu.

seribu warna kembang
kutiriskan tanah-tanah.

pada yang kembar.
bertatapan.

Sumenep, 2013


Lorong

hidup ibarat sebuah tikungan
meliuk-liuk, kemudian
terjungkal

berkeping-keping:

kita

Sumenep, 2013


Slopeng

lalu kuatrik selendang
di lautmu, di arakan ombak
tetes satu gemulai

derap-derap langkah
irama cemara

wajah-wajah menjelma dupa
tertarik ulur petunjuk alur

silam

Sumenep, 2013


Yang Katanya Santet

pada purnama ketujuh, kuhanyutkan
mantra menebas detak-detakmu. helai
bara membakar udara

desirnya meluluri rambut hingga
telapk-telapakmu

bulan datang tampak matahari, menjemput
hingga perih.

sebab
gerakmu ibarat telur, terendam di kedalaman
tak ada riak. retak dihantam ombak

saat pecah, segalanya berkahir

amin

Sumenep, 2013



Homaedi Edi, lahir di Beluk Raja, Ambunten, Sumenep, 1991. Pecinta sastra sekaligus penikmat music tradisional Madura. Karya-karyanya berupa cerpen, puisi, esai dan resensi dimuat di koran local dan nsional. Seperti Kompas, Jawa Pos, Pikiran Rakyat, Riau Pos, Radar Surabaya, Sumut Pos, Haluan Padang, Bangka Pos, Radar Madura, Kabar Madura, dan Koran Madura juga media onlie. Tulisan-tulisannya juga termuat dalam antologi bersama. Cerpennya terkumpul dalam antologi Melabuh Kesumat (Cerpen Pilihan Riau Pos, 2013). Kini mukim di Ambunten, Sumenep.