LABANG ARSIP

Puisi-Puisi Abd Shoheh, Radar Surabaya, Minggu 09 November 2014


A piece of art, diambil dari Google: abstract painting
Lewat Hujan


Sore ini langit masih menitikkan tetes demi tetes air mata
dalam dingin dan lembabnya angin yang tertiup
bau rerumputan basah menelusuri celah kehidupan
membawa pesan dan kesan masa lalu

Semestinya kuterima gerimis itu dan biarkan
bergemericik di relung-relung waktuku
namun semua terlalu sempurna sesaat mataku
menerawang langit kelabu

Sebab yang kudapat hanya hening.
saat rapuh rinduku bersama harap yang
harus terombang-ambing

Mengingatmu adalah ketenangan seperti gerimis
mengetuk dedaunan layu yang menghijau kembali
ketersendirian ini adalah diriku sejak dulu
menunggu pada ketiadaan adalah menabung
sunyi seutuhnya mencinta sepi seutuhnya.

Sepi itu pahit meski bagiku adalah kedamaian
melesap hingga nafas-nafasku
mengosongkan keramaian menjadi patah-patah
kata yang kini tengah kukirim padamu.

Lirih suara hujan terdengar semakin merdu
kala pikiranku menggebu akan kemustahilan
hingga kini masih tak dapat
kuterjemahkan butir-butir hujan

Menjamah yang tersirat di benakmu aku tak mampu
bukan karena kau jauh, tapi hanya
kekacauan yang tercipta dari angan-anganku
semua samar bahkan meluruh seiring
berjalannya waktu keberadaanku kini
semakin tidak berarti.

Sulit betapa membaca wajahmu pun
menyebut namamu
kau terlalu cepat berlalu selayaknya
bintang-bintang pudar
kau tinggalkan diriku utuh seluruh dalam ketersendirian
hanya kata-kata rancu yang sekilas mericik
lembaran hujan di antara angin dan tiupan.

Di antara kesendirian ini hanya kata-kata
kerinduan yang kukirimkan
lewat hujan di antara angin dan tiupan
sebelum langit berlukis kelabu
yang lambat laun kian membiru gelap
sebelum awan hitam menjadi putih
sebelum hujan berhenti dan pergi

Pamekasan, 2014



 
Abd Shoheh, lahir di Pamekasan 1989. Puisi-puisinya dimuat diberbagai madia cetak maupun online. Sekarang tinggal di kota kelahirannya.