LABANG ARSIP

Puisi-Puisi Subaidi Pratama di Banjarmasin Post 03 Agustus 2014



Thomas Cole, Painting, Oil On Canvas, Artistic, Nature. Diambil dari Google.


Setelah Kau Dicintai Tanah
-alm KH. A. Warits I

setelah kau dicintai tanah
tak ada yang mesti ditanyai, selain angin yang tak ingin beranjak
dari tubuh pohon-pohon menjelma kesunyian
rintik hujan adalah tanda, bahwa jejak akan tiada
tapi bukan dengan senyummu, Kyai!

setelah kau dicintai tanah
langit menangis, kurasakan kesdihan bumi
lebih miris dari ritmis
kusaksikan bibir daun-daun bergetar,
mengirim tahmid dengan dzikir yang sembunyi
juga batu-batu melepuh di sampingmu
mungkin ia rindu sebagaimana aku, sebagaimana waktu berlalu

Februari, 2014



Ziarah Kembang Luka
-alm KH. A. Warits I

aku tahu, orang-orang yang datang
menghampiri leher kuburmu
ia membawa kembang luka yang dibungkus dalam daun doa
ribuan santri mengaji, lalu memasuki tubuhnya sendiri
dengan sajadahnya masing-masing terbang ke angkasa
mencari engkau di sana
mereka terbang tanpa takut membuka pintu langit
sambil menyetir jiwanya masing-masing

aku tahu, orang-orang yang datang ke rumahmu
ia mengaji dengan ayat-ayat kehilangan
aku pun mereguk kesepianku sendiri
berharap sepiku menghampirimu
dan memelukmu

aku tahu, barangkali engkau telah  membangun pesantren lain di sana
yang lebih megah dari sebelumnya dengan santri-santri berjubah putih
yang memiliki hati putih, jiwa putih serta ketakziman yang juga putih

aku tahu, orang-orang yang datang ke sampingmu mendekap ruhmu
membawa kembang luka yang dibungkus dalam airmata kuna.

Februari, 2014



Subaidi Pratama, lahir di Sumenep, 11 Juni 1992. Bergiat di komunitas diskusi Sastra “Malam Reboan”. Puisinya pernah dimuat di berbagai media.  an terbit dalam buku bersama, ’Festival Bulan Purnama’ (Trowulan Mojokerto 2010). Mahasiswa Unitri Malang