LABANG ARSIP

Puisi-Puisi Ridhafi Ashah Atalka di Padang Ekspres 1 Desember 2013



Lukisan karya Moses. Sumber: asepleoka.wordpress.com 

SAJAK TENTANG NELAYAN

Di pantai harapan nelayan dibawa lari oleh ikan
seperti perahu dibawa angin pada layar
dan maut ditulis pada riak gelombang

Wahai adakah engkau pandang gelombang itu sebagai anak mambang
yang begitu sigap akan menenggelamkan

Wahai arus yang datang
kabarkan penderitaan ini pada kampung halaman
pada seorang perempuan yang menungguku pulang

Bahwa aku sudah menang melawan perih dari ketabahan

2013


SAJAK TENTANG MAWAR

“Kau akan terluka jika menyentuhku” katanya pada suatu hari
menjelang matahari akan meninggi
kau tangkap isyarat itu dari kemurungan wajahnya
lalu kau pun berhati-hati seperti memang ada duri yang tersembunyi

Perlahan kau sentuh batangnya seketika rekah kelopaknya
seperti meminta ciuman pertama dari cahaya samsu yang telah purba
sungguh adakah luka bila cinta telah menjelma telaga
dan bunga menyeberbak harumnya?

Di atas keranjang yang dilapisi seprai
ia bermimpi tentang kupu-kupu yang setiap pagi menciumnya
kini mencampakkannya ke tanah yang basah

2013



TENTANG SURAT CINTA

Di bawah pohon tua dan di antara samar-samar nada vina
kau tulis sebuah surat tentang cinta yang keras kepala
juga tentang rasa rindu yang perihnya sampai ke ujung air mata

Engkau berharap
setelah surat itu sampai pada seseorang akan mendatangkan hujan
atau semacam hujan yang bisa mengganti musim kemarau

Tapi ini adalah sebuah surat cinta yang sangat ringkas
tentang kalbu yang panas
juga tentang kesetiaan pohon kaktus di padang-padang ganas

Ini hanya terjadi dalam suratmu yang entah kapan pos itu
akan sampai pada alamat yang di tuju

-Aku

2013


Ridhafi Ashah Atalka, lahir di Sumenep Madura, 21 September 1992. Puisi-puisinya terbit di pelbagai media massa. Alumnus PP. Annuqayah daerah Lubangsa. Kini tinggal di Yogyakarta, dan bergiat di Lesehan Sastra Kutub (LSKY) Yogyakarta. Jln, Parangtritis KM 7,5 Cabean, Sewon Bantul, Yogyakarta.