LABANG ARSIP

Puisi Weni Suryandari - Kompas.com , 16 Desember 2009.




Perempuan Ini

Kesepian mengetuk-ngetuk dadaku begitu nyaring
Rupanya ingin merenggut waktu sibukku
Bukan lantaran lelakiku ingin dibelai
Atau anakku minta disusui
Atau setumpuk pekerjaan kantor di meja

Tapi jemu yang akut ikut menggoda kepalaku
Untuk melompat dari dunia kini
Dunia keperempuanan yang menuntut tenaga
Juga hati.
Sedang lelaki hanya punya satu ukuran, bekerja

Manakah yang terbaik, jika perempuan yang bekerja
ingin jeda sebentar saja. 
Bukan berarti perempuan tak punya kekuatan
Tapi hanya ingin menghitung sisa waktu untuknya

Desember 2009


Perempuan Perkasa

Mencangkul angan terserak
Pada pelepah mati
Di tanah-tanah retak
Melepuh terpanggang matahari

Demi detak  waktu bergegas
Perempuan menanam perih
Sambil menelan keringat jerih
Menumpu sabar menanti tunas

Pada tanda-tanda zaman
Saat pria memakai kebaya
Perempuan memanggul beban
Payungi pria tak berdaya

Serupa tuan lindungi hamba sahaya
Lalu dogma ada di mana

Mei , 2009

Perempuan Senja

Perempuan senja termangu letih
Menghitung masa di helai putih
Bercermin pada mata laut
menjejak kerutmerut
di wajah bulan yang membungkus
rindu di balik kerudung hijau pupus

bertanya tentang cinta yang dulu
pernah memberinya  pelangi

Perempuan senja bangkit mencari cintanya
Yang masih ranum dan kenyal
Lalu ia temukan prasasti tertulis
“di sini ada cinta purba”

Juni 2009

Perempuan Berkerudung

Di wajah laut kulihat bulan sedang manis
Terbitkan jejak  pantai menantang gerimis

Pasir-pasirnya adalah seluruh getar
Menelusuri tubuh senja di selasar

Lalu meninggalkan bayang-bayang
Ketika rindu mengamuk  begitu berang

Pada sunyi yang kian menipis
Do’aku adalah bibir gemetar menerima ciumMu
Lalu kusembunyikan rindu di balik kerudungku

Yang terbuat dari bungkus bulan yang sedang matang

1 Juli 2009


Ziarah Tubuh Perempuan

Tubuhku bukan wilayah terlarang
Yang belum kau ziarahi
Di sipit bulan kau bermata jalang
Mencari wilayah  sedahi

Padahal di sana ada wilayah terlarang
Untuk kau singgahi
Maka ziarahi  tubuhku sekarang
Sebelum kokok menjelang

Juni 2009

Weni Suryandari: Perempuan berdarah asli Sumenep, lahir di Surabaya 4 Februari. Sehari-harinya ia bekerja sebagai guru Bahasa Inggris di SD Generasi Azkia, Bojongkulur, Bogor.
Menulis baginya adalah laksana mengalirkan seluruh kegelisahan yang tak bisa dibahasakan secara lisan. Dua pertiga waktu yang ada dalam satu hari dipergunakan untuk profesinya sebagai guru dengan segala aktivitas yang mewajibkannya secara profesi. Sisa waktu yang ada kemudian dipakainya untuk menulis, baik cerpen ataupun puisi. KABIN PATEH adalah sebuah buku kumpulan cerpen pertamanya yang diterbitkan oleh QAF Books, 2013. Penulis pernah memenangkan kategori terpuji dalam sebuah sayembara novelet di Tabloid Nyata tahun 2008, lewat judul “Kesetiaan Seorang Sri”. Karya cerpennya juga termuat dalam Antologi Cerpen Tinta Wanita 24 Sauh (Esensi Erlangga). Karya-karya cerpen lainnya terbit di berbagai media cetak, seperti Suara Karya, Majalah Kartini, Tabloid Masjid Nusantara, Tabloid Nova, Jurnal Nasional, dll. Selain itu penulis juga telah menerbitkan beberapa buku antologi puisi, antara lain: Merah Yang Meremah (2010), Perempuan dalam Sajak (2010), Kartini 2012 (2012), Antologi Angkatan Kosong-kosong (Dewan Kesenian Tegal, 2011), Kitab Radja dan Ratoe Alit (KKK, 2011), dan Beranda Senja (2010). Cerpen dan Puisinya juga termuat dalam Antologi 3 Tahun Komunitas Sastra Reboan (2010) dan Cinta Gugat (Antologi Puisi Sastra Reboan, 2013)[]