LABANG ARSIP

Sajak Ala Roa - Dunia Absurd*, 29 Agustus 2009


Sumber: Yula setyowidi


SAJAK-SAJAKKU YANG LALU
Aku tak bisa berbuat banyak dalam hidupku. Aku lakukan apa yang kubisa. Menulis sajak bukanlah jalan hidup atau kematiaanku. Aku hanya ingin tahu keduanya meski pengetahuan manusia tak pernah utuh tentang realitas yang ada. Semua sajak ini adalah sebuah proses di mana aku sebagai manusia yang terkadang sedih, bahagia hingga merasa terasing dari dunia mencoba untuk menyeimbangkan diri agar benar-benar menjadi manusia. Semua sajak yang punya banyak gaya dalam penulisannya ini adalah usaha mengekalkan kenangan bersama orang yang dekat atau jauh dariku. Yang sesekali datang dan pergi atau tidak sama sekali. Tak ada penilaian untuk semua ini selain apa yang ada pada setiap kata itu sendiri. Sebab tak ada yang pernah selesai dalam hidupku juga sajakku...

Bagian XII

ENIGMA MATA

Serumpun rupa
Membatas
Sketsa bayang terlepas

Selembar cinta
Digores mata pena

Yogyakarta, 2006


ENIGMA TELINGA

Bebunyi dalam jaring-jaring
Termasuk bunyi sepi
Menyalurkan arti
Melalui pipa udara dari langit
Mengisi jasad-jasad dengan alphabet
Di antara kosa kata yang hampir sekarat;
Aku menyebutnya ayat

Yogyakarta, 2006

ENIGMA MULUT

Pahit, manis, pedas, asin, kecut
Gelombang lidah tak berpisah
Luka, duka, jahat, sombong, rendah hati
Gelombang bibir hadir:
Gua yang menitip kasih
Gua yang mengintip sedih

Yogyakarta, 2006

ENIGMA HIDUNG

Pada dua cerobong
Adam, iblis, setan, dan malaikat
Berharap masuk dan keluar;
Lubang hitam cahaya
Lubang putih gelap gulita
Sedangkan pesan udara
Lubang putih cahaya
Lubang hitam gelap gulita

Yogyakarta, 2006

ENIGMA KAKI

Kuikuti arti
Bukan tapak kaki
Mengikuti arah matahari
Dan kembali malam nanti;
Bukan mimpi atau teka-teki
Aku tahu dalam hati

Yogyakarta, 2006

ENIGMA SAJAK

Sepi kata-kata tak tertidur
Ramai kata-kata tak hilang
Meletakkan tubuhku dalam lipatan kertas

Yogyakarta, 2006

ENIGMA TANGIS

Semuanya dalam rahasia
Bening dalam bintik air
Di sana ada yang tertawa
Di sini ada yang terluka
Mungkin karena manusia

Yogyakarta, 2006

ENIGMA MATAHARI

Menjelang pagi
Ada yang tiba-tiba tumbuh
Ada yang tiba-tiba luruh;
Pesannya pada lembah
Memasuki celah tanah

Yogyakarta, 2006

ENIGMA BULAN

Menjelang malam
Ada yang mencari sebagai sepi
Ada yang mencari sebagai mimpi;
Pesannya pada petang
Memasuki celah pintu dan jendela

Yogyakarta, 2006

*Dunia Absurd merupakan blog pribadi penyair Ala Roa yang dikelola sepangjang tahun 2008-2012. Dunia Absurd memiliki pesan: “Dalam kehidupan, kematian yang tak sempurna adalah karya besar yang jarang orang menemukannya. Sebuah keheningan yang terdalam dari hati seorang manusia.”  Sedangkan Ala Roa ialah penyair Eksistensialis yang pernah saya kenal, dan sempat saya jadikan guru. Ia menyebut dirinya dengan : “Aku bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa. Aku bukan penyair atau sastrawan. Aku adalah manusia biasa seperti juga yang lain. Aku hanya ingin mengungkapkan segala yang terjadi pada diri atau pada yang lain. Aku merasa hidup dan mati tak akan pernah bertemu. Namun suatu saat kita pasti akan kembali dan kembali. Di mana kita tak akan pernah bercerita dengan mulut sendiri sebab kita adalah matahari yang dibahasakan bunga-bunga.”
Mengenai tulisan ini, kesemuanya diambil dari: http://alaroa.blogspot.com