LABANG ARSIP

Sajak Ala Roa - Dunia Absurd, 27 Oktober 2009



Sumber: Saatchi Art Artist i wayan sudarsana yansen



DI MANA KAMU SAJAK?

Di mana? Di mana semua yang aku tahu? Di mana? Oh, siapa yang tahu tentang diriku? Siapa yang tahu tentang yang aku tahu? Aku di mana? Aku ingin tahu. Aku ingin tahu siapa aku dan apa yang terjadi dalam hidupku. Mungkin setiap orang merasakan apa yang aku rasakan, mungkin juga tidak pernah sama sekali. Rasanya aku ingin bunuh diri saja. Menghabiskan seluruh hidupku dalam kematian.

Sajak. Di mana sajak? Di mana kamu? Sajak adalah aku. Aku adalah sajak. Semua yang terjadi dalam hidupku hari ini adalah sajak. Tetapi di mana kamu? Aku telah bosan menjalani hidup yang seperti ini tanpa arah dan tujuan. Sajak, tanpa dirimu aku tak berarti. Tolonglah aku! Apakah aku kurang membaca? Kurasa tidak. Apakah aku kurang mencintaimu? Apakah aku yang kurang mencintai diriku sendiri? Atau aku yang kurang mencintai orang lain? Kurasa juga tidak. Sajak, kau bukan Tuhan namun kamu adalah sebuah jalan menuju cinta. Aku yakin dengan kehadiranmu hidupku dan dunia ini akan yang selalu damai.


Tuhan….. Ah, aku selalu bosan dengan diriMu jika aku terus begini. Aku merasa tak berarti apa-apa. Berbulan-bulan lamanya pikiranku mampet tak mampu menangkap apa yang terjadi dalam dan di luar diriku. Aku hanya selalu ingin berdoa kepadaMu sedangkan aku mempunyai kewajiban untuk memikirkan apa yang terjadi di sekelilingku dengan pikiran. Apakah Kamu menginginkan aku selalu memberontak? Apakah memang beginilah takdir yang Kamu berikan kepadaku? Ayolah jangan buat aku selalu berdoa, aku juga ingin seperti kebanyakan orang mampu berbuat dengan pikirannya. Tuhan, yang aku rasa bisa di dunia ini hanya menulis sajak. Tolong kembalikan pikiranku seperti sebelumnya agar aku bisa menulis sajak karena sajak adalah jalan satu-satunya aku memberikan sesuatu kepada orang lain. Demi diriMu aku tak ingin sebuah penghargaan. Aku tak ingin dihormati. Diasingkan pun dari dunia ini tak ada masalah. Aku tak butuh surga. Aku hanya ingin kembali seperti sebelumnya, menulis sajak untuk dunia.

Waktu yogyakarta yang kacau. 08-10-2009.   

Dunia Absurd, 27 Oktober 2009

CATATAN KECIL JANUARI 09

1.
Kebanyakan orang menganggab kata-kata yang puitis dan romantis adalah gombal karena menggunakan metafora-metafora. Tetapi bagi orang yang tahu, puitis dan romantis adalah hal lain yakni sebuah pemahaman yang tidak hanya memakai pikiran tetapi juga perasaan.

2.
Kehidupan seperti sebuah buku siapa pun boleh membacanya dan mengambil apa yang terdapat di dalamnya. Setelah itu ia boleh mengingat dan melupakannya sesuai masanya.

3.
Cinta adalah sebuah prinsip. Jika ada prinsip lain itu tak penting.

4.
Dunia ini khanyalan, tetapi tidak, ketika kita bisa berbagi sambil minum kopi, merokok dan ngobrol hal-hal yang tidak penting bagi orang lain.

5.
Telah banyak yang datang dan pergi. Di antaranya aku hanya bisa mengerti bahwa begitulah seharusnya. Karena aku takut akan kehilangan.

6.
Bagi para politikus hidup seperti bermain catur di pagi hari.

7.
Hidup ini adalah ketidaknormalan seperti Tuhan itu sendiri.

8.
Sebuah lagu yang aku dengarkan adalah usaha bagaimana memahami gerak pikiran dan hatiku.

9.
Setiap orang mempunyai cara bagaimana menyelesaikan masalahnya. Dan aku menyelesaikan masalahku dengan berpikir dan kerendahan hati yang aku punyai.

10.
Orang bijak tak akan melupakan janjinya sedangkan orang bodoh tak pernah berjanji sama sekali.

11.
Sastra adalah kemanusiaan. Dan pemimpin yang tak menyukainya adalah pemimpin yang buta mata hatinya.

12.
Menilai yang baik adalah menilai nilai itu sendiri.

13.
Yang ditulis seorang penyair adalah sesuatu yang menuju luka atau luka itu sendiri.

14.
Ada orang mengatakan persoalan hidup adalah persoalan agama. Tetapi bagi diriku persoalan hidup adalah persoalan hidup. Karena hidup adalah persoalan aku dengan orang lain. Agama adalah persoalanku dengan Tuhan karena agama adalah kepercayaan. Jika ada orang yang mengatakan agama telah mengajarkan bagaimana belajar hidup baik, bagiku orang bisa berbuat baik bukan karena ia beragama. Orang bisa damai di dunia karena ia mengerti arti kemanusiaannya.

15.
Tuhan mencipta cinta agar manusia mengerti betapa gilanya Tuhan.


*Dunia Absurd merupakan blog pribadi penyair Ala Roa yang dikelola sepangjang tahun 2008-2012. Dunia Absurd memiliki pesan: “Dalam kehidupan, kematian yang tak sempurna adalah karya besar yang jarang orang menemukannya. Sebuah keheningan yang terdalam dari hati seorang manusia.”  Sedangkan Ala Roa ialah penyair Eksistensialis yang pernah saya kenal, dan sempat saya jadikan guru. Ia menyebut dirinya dengan : “Aku bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa. Aku bukan penyair atau sastrawan. Aku adalah manusia biasa seperti juga yang lain. Aku hanya ingin mengungkapkan segala yang terjadi pada diri atau pada yang lain. Aku merasa hidup dan mati tak akan pernah bertemu. Namun suatu saat kita pasti akan kembali dan kembali. Di mana kita tak akan pernah bercerita dengan mulut sendiri sebab kita adalah matahari yang dibahasakan bunga-bunga.”
Mengenai tulisan ini, kesemuanya diambil dari: http://alaroa.blogspot.com