LABANG ARSIP

Sajak Ala Roa - Dunia Absurd*, 24 Januari 2008





KUSEBUT KAU KEKASIH

kusebut kau kekasih
sebab aku bukan kekasih

kusebut kau kekasih
meski tak kau sebut aku kekasih
sebab kau adalah kekasih

kusebut kau kekasih
meski ada yang melarang
sebab kau adalah kekasih

kusebut hanya kau kekasih

yogyakarta, 2007


Dunia Absurd*, 07 Februari 2008

MAJNUN
:buat mukhlis zya aufa

karena kau
tak ingin menyanyi
kau penggal kepalamu
untuk menari

“tarian lebih nikmat
kata-kata tak lebih memikat”
katamu sebelum kau penggal kepalamu

”kau gila” seru mereka

kau mulai menari-nari
tanpa kepala
dengan musik
yang seorang pun tak mampu
mendengarnya
dari arah tanpa arah
dari tempat tanpa tempat

”lihatlah, tarianku
dari sang gerak
ini memang bukan puisi
ini hanya getar bunyi”
katamu sesudah kau penggal kepalamu

“kau gila” seru mereka lagi

kau terus menari-nari
memasuki yang orang tak mengerti
dari arah tanpa arah
dari tempat tanpa tempat
setelah itu kata-kata
hanya gerak beku
dari gerakmu

yogyakarta, 2007

Dunia Absurd*, 18 Maret 2008

BINTANG LAILA
:F.

malam ini
kusebut kau bintang laila
bintang kusebutkan aku
kusebut bintang bintang menyebutmu
menyebut aku bintang bintangmu

bintang menyebutmu laila
laila menyebutku bintang
laila menyebutmu bintang

menyebut laila laila menyebutmu
menyebut laila laila menyebutku
laila kusebut engkau bintang laila
laila kusebut aku bintang laila

jika kusebut bintang laila
jika kusebut bintangmu
jika kusebut bintangku
bintang laila sebutan bintang
bintang engkau sebutan bintang
bintang aku sebutan bintang

malam ini
bintang laila bersinar
laila bintang laila bersinar bintangmu
laila bintang laila bersinar bintangku
bintangmu bintangku bintang laila

bintang sebutan manusia yang punya cinta
sebutan bintang manusia bintang
malam manusia bintang laila
malam bintang bintang manusia cinta
malam bintang bintang laila
cinta manusia bintang manusia
bintang laila cintaku
bintangmu laila cintaku
bintangku cintamu bintang laila
malam ini......

yogyakarta, 2008

CERMIN TINTA

wajah-wajahku mutiara
sketsa kalimat berwarna
sebentuk kalimat cahaya
sebentuk warna surya

wajah-wajahku
tercipta dari tangan gemetar
teka-teki mata terdalam
sebuah aliran dunia
sebuah cermin yang mengalir

yogyakarta, 2008

MATAHARI BERTANGAN HAMPA

matahari sekuntum mekar bunga
mekar seribu mata tak nyata

matahari selembar hijau daun
hijau kulit warna juga tak nyata

tangan matahari menyentuh
ketiadaan tak bisa kusentuh

matahari tangan hampa
matahari kehampaan tangan
selembut sinar

udara cermin buram untuk tangan itu
tangan ini ingin menyentuhnya
menyentuh keutuhannya

sebagai keutuhan bahasa
sebagai bahasa tangan

sebagai tangan kosong
sebagai kosong cermin

sebagai cermin keutuhan

yogyakarta, 2008

AKU MELUKISMU

aku melukismu
gelembung udara dan arus warna
sebentuk rupa udara dan rupa warna

kau lukisanku
lukisan udara warna lukisanku
lukisan warna udara lukisanku

namun ini bukan lukisanmu
ini percikan cat mengkilat
dari jemari berdarah tak merah

mungkin ini juga lukisanmu
lukisan mata warna buta
lukisan mulut warna bisu

yogyakarta, 2008

DALAM SEBUAH KACA

garis garis pelangi seorang perempuan
perempuan seberkas sinar

pelangi perempuan garis garis
garis garis sinar

bunga bunga mekar di tubuhnya
bunga bunga tubuh cemerlang

kupu kupu menghinggapinya
kupu kupu bunga bunga cemerlang

aku berjalan di sana
jalan jalan pelangi
jalan jalan garis sinar

menikmati tubuh perempuan
tubuh sinar perempuan
menikmati kupu kupu terbang
kupu kupu sinar terbang
menikmati bunga bunga mekar
bunga bunga sinar mekar

yogyakarta, 2008

*Dunia Absurd merupakan blog pribadi penyair Ala Roa yang dikelola sepangjang tahun 2008-2012. Dunia Absurd memiliki pesan: “Dalam kehidupan, kematian yang tak sempurna adalah karya besar yang jarang orang menemukannya. Sebuah keheningan yang terdalam dari hati seorang manusia.”  Sedangkan Ala Roa ialah penyair Eksistensialis yang pernah saya kenal, dan sempat saya jadikan guru. Ia menyebut dirinya dengan : “Aku bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa. Aku bukan penyair atau sastrawan. Aku adalah manusia biasa seperti juga yang lain. Aku hanya ingin mengungkapkan segala yang terjadi pada diri atau pada yang lain. Aku merasa hidup dan mati tak akan pernah bertemu. Namun suatu saat kita pasti akan kembali dan kembali. Di mana kita tak akan pernah bercerita dengan mulut sendiri sebab kita adalah matahari yang dibahasakan bunga-bunga.”
Mengenai tulisan ini, kesemuanya diambil dari: http://alaroa.blogspot.com