LABANG ARSIP

Puisi-Puisi F. Rizal ALief di penyairnusantaramadura.blogspot.com Minggu, 27 Februari 2011



Celurit Sunyi

Roh-roh bergelantungan di matamu saat kau tak mampu membaca sejarah
Kelahiranku
Lalu harus berhenti di bagian paling ujung mataku yang gelap itu

Ah. Kau tak mengerti qodratku-
Gelap bukan berarti sudah tertutup dari segala yang hidup dan harus terus menyusup

Ia adalah sebuah pintu yang terletak di antara denyut nadimu dan tepi mataku
Dimana kau tak akan lagi menemukan gaung kematian dalam liuk lekuk
Tubuhku
Yang menjelma sungai darah dan berkali-kali mengutukmu jadi pembunuh

Bacalah setiap kata yang terlahir dan tumbuh dari
Gugur daun jati ketika pohonnya tetap rapi menyimpan pertemuan langit dan
Bumi
Angin dan hujan
Matahari dan bulan

Namun sepekan sekali kau tetap harus memandikanku dengan lulur seribu
Kembang dan mantra-mantra tua itu
Agar semerbak tanah kelahiran tak akan pernah jadi pekuburan

(Yogya, 2011)


Sajak Tanah Garam

Bila kau membaca sajakku buatlah terlebih dahulu sebuah perahu dan
berlayarlah ke pulau seberang
Kau akan menemukan matahari sedang menyulam ayun ombak
Berlesatan ke langit melebihi kecepatan doa dan mantramu

Perahumu akan berhenti dan menepi, di dermaga dalam dadaku yang
Sunyi.

Akulah laki-laki Madura yang akan kau lihat di mulut pantai itu
sedang menatap pulau sebrang
dan matahari menuruni matamu yang sepi.

Angin dan gemuruhnya
Memburu mimpi yang berlari jauh ke dalam jiwamu
Sebelum malam
Darah mengalir menjelma waktu dan menghentikan langkah matahari

Kau akan menemukanku di sini,
Ya, di sini

Yogya, 2011





F. Rizal ALief adalah nama pena dari Faidi Rizal, lahir di Sumenep ’87 kemarin. Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta jur. B.S.A. fak. ADAB dan Ilmu Budaya. Tulisannya termuat dalam media massa dan sejumlah antologi. Seperti Kitab Lintas Musim (Puisi, 2011) Bulan Purnama Majapahit Mojokerto (Cerpen, 2010), Bukan Perempuan (cerpen 2010), Rendezvous di Tepi Serayu (cerpen, 2010), dan Narasi Batang Rindu (Puisi, 20009). Kini aktif dan mengelola Komunitas Rumah Senja di Madura.

Diposkan oleh Arsyad Indradi di penyairnusantaramadura.blogspot.com
Minggu, 27 Februari 2011