LABANG ARSIP

Puisi "Ariel" Karya Bernando J. Sujipto



Jurnas | Minggu, 16 Maret 2014


Ariel 1

tubuh dari lekuk gitar
dipetik melingkar
melenguh di ujung
melepuh di belakang

satu wajah
membuka seribu topeng

ke ujung gang
selalu petang
kini ramai di makam
jalan pulang malam

telungkup di atas meja kosong
bau sepatu, kaos kaki gosong
seperti aroma tubuh-tubuh ditekan
diiris bertiras, lalu sontak ditelan


ariel
tubuh dari lekuk gitar
menetas di atas daun talas
menetes pelan di tanah kerikil
yang dibikin abadi, kini
adalah irisan sunyi



Ariel II

ibarat dua langkat bukit
ia ada di antara batu-batu cadas
dan akar pohon yang ranggas
tumbuh getas di semua sudut

pada suatu hari yang tertelan
ia menatap akar pohon itu
pohon yang dilapukkan
dibusukkan akarnya

batu-batu itu berpeluh
merembesi punggungnya
dan kini ia telah menyatu
tubuh di atas batu-batu cadas
menjadi akar pohon itu