LABANG ARSIP

Kliping Puisi Homaedi - Radar Surabaya, 5 Januari 2014



Tahun Baru

Mereka menjemputnya
kerlap-kerlap bara,
bising kenalpot
menggelegar di udara.

Kota-kota berkabut;
tumpang-tindih yang hitam,
berasap, percik cahaya,
suara-suara.

Nafas anggur
membalut dusta,
suka cita.

Tak ada doa, juga refleksia
menyambut hari muda;
sia-sia.

Madura, 2013


Selamat Datang Januari

Selamat datang januari,
terimalah hal tak terduga.

Seperti duka memanjang melebihi

Desember yang kejam;
penuh luka, darah membara.

Tak terobati menata tatap wajah
negeri.

Madura, 2013


Aku Ingin

Aku ingin menjadi bagian
wajahmu yang berpijar-pijar.

Seperti seperempat bulan
kau salami kedalaman awan
dan ribuan bebintang

Di tengah waktu bisu
kau tengadah
bahkan lupa dengan
siapa kau bertatap muka.

Aku ingin menjadi bagian
dari wajahmu yang
remang
lalu
kau selipkan
cahaya, juga
seberkas luka.

Sumenep, 2013


Perjumpaan yang Tak Usai

Aku jelajahi lembahmu
yang kemarau. Udara meniup dari selatan.
saat kau seka isakmu
yang diam-diam berguguran.

Doa-doa tak selaras, tak sepintas
pandang wajahmu melayu.

Hanya serpihnya meretas
pada perjumpaan yang tak
kunjung usai.

Bangkalan, 2013


Di Minggu Malam

Ia menyeka langit
menyeruput kabut yang
hampir renggang di altar
kegelapan.

Awan-awan berarak pada
lempuyang matamu yang sorotnya
kunang-kunang.

Dedebur selaba bergerak
menghantam dermaga.

Tubuhnya mendekap
penuh hasrat
juga
mudarat.

Bangkalan, 2013


Saat Hujan Itu

Gardu dengan nganga
tubuhnya menelanku
tiba-tiba.

Di dalamnya, ribuan
otak bersenggama dalam
pasrah, mungkin juga resah.

Harap-harap berserak
di hulu nafas.

Langit muntahkan
bulir-bulir panjang.

Sedang,
kita menatap arah pulang.

Bangkalan, 2013