LABANG ARSIP

Puisi-Puisi Banazir Nafilah, Koran Madura, 19 September 2014



Sumber: Abstract Painting, Jason Twiggy Lott.


Kabar cuaca

Apa kabar cuaca?
Sebenarnya aku ingin pergi ke luar rumah
Menegok tembakau yang baru saja dipanen dan digulung
Serta melihat yang sudah dibalut tikar meski belum juga terjual
Tetap saja bersandar di pojok di ruangan ini
Serasa mataku tak bisa memanjang jauh
Di rumah tetangga juga begitu
Berjibun-jibun membentuk gunung

Adakah gudang mau menampungnya
Jangan-jangan hanya jadi tempat peralihan semata tanpa dibayar
Aih… langit sudah mulai gelap
Terkesiap cahaya bulan yang jatuh di antara sawah
Yang setengah rontang

Kini kau tanyakan kabarku
Setelah keringatku tumpah menjalari tanah-tanah tandus
Biar bunga tembakau menjadi bunga terompet yang
Berbuyi di sela-sela bibirmu
Jangan tanyakan lagi cuaca saat ini
Yang jelas di sini api berkoar setelah kau pantik
Korek  api dari bibirmu

Sumenep, 2014


Rekonstruksi masa lalu

Aroma tubuhmu masih lekat mengikat hidung
Menari-nari seperti angin kehilangan arah
Dan aku tetap tersesat di matamu yang hitam
Sambil berlari menanam jarum jam
Aku berdzikir namamu yang mengalam
Marimba seperti paku bumi

Di sini tak ada anggur apalagi ganja
Hanya saja aku mabuk sehabis meneguk madu dari bibirmu
Dan aku tersesat kembali
Seperti waktu itu.

Sumenep, 18 september 2014

Surat

Surat yang ku titipkan pada angin
Telah terdampar ke dalam malam
Menunggu jarum jam menyobekkan esok pagi

Jika nanti kau jumpai surat dengan tinta lipstick itu
Balas dengan jarimu yang mengucurkan keingat kuning
Pada kertasnya ada bunga-bunga yang ku pahat seperti wajahmu.

Sumenep, 2014


Benazir Nafilah: penulis aktif di Sanggar Lentera STKIP PGRI Sumenep.