LABANG ARSIP

Puisi-Puisi Anwar Noeris, Koran Madura, 5 September 2014


Sumber: abstract painting abstract art red black orang abstract art abstract



Sajak buat Ana

jangan tanyakan lagi
kenapa aku masih berdiri di bawah langit biru

sebab aku percaya di sana
ada air hujan yang akan jatuh ke tanah ini
yang hendak membuat basah
;hutan rimbun dan rerumputan hijau kembali

sebab matahari masih pagi
aku berdiri di sini
menatap bunga-bunga yang mekar
yang harumnya mendamaikan ingatan
;ingatan tentangmu

maka aku tetap di sini
di kotamu, sebagai satu-satunya orang yang dungu
sebab rindu

Kutub, 2014


Di Kolam

di kolam ini
aku mengenal ikan-ikan yang kuning hitam
beserta bebatuan dan lumut yang kumal

di kola mini
tiba-tiba tubuhku gigil
tebayang seperti ikan-ikan itu.

Kutub, 2014


Cukup  Dirimu dan Tuhan

cukup dirimu dan tuhan yang tahu
perihal mayatku yang terdampar
di sebuah danau yang airnya tak mengalir lagi

cukup dirimu dan tuhanmu yang merasakan
aroma busuk tubuhmu
ikan-ikan dan ulat-ulat telah menganggapnya
sebagai suatu yang lezat dan memikat penciuman

cukup dirimu dan tuhanmu yang tahu
selebihnya orang-orang akan menganggapku
masih ada sebagai manusia

Kutub, 2014


Matahari

sambutlah matahari pagi ini, kekasih
yang menerobos jendela rumahmu
dan mencuri tidurmu yang nyenyak

di halaman rumahmu, ia telah siapkan
berbilang kabar keindahan
dari bunga-bunga yang sempurna mekar
dan rerumputan hijau
sampai cuaca yang santun mengirim musim

sambutlah kekasih, matahai pagi ini
meski ia bukan aku
tapi, sebab ia, engkau dapat menjumpaiku.

Kutub, 2013





Anwar Noeris, Lahir di Sumenep, Madura 19 Februari 1993. Bergiat di Lesehan Sastra Kutub Yogyakarta (LSKY) dan Nyantri di Pondok Pesanten Mahasiswa Hasyim Asy’ari, Yogyakarta.